Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

[SKRIPSI] GAMBARAN DIRI RELIGIUS PADA INDIVIDU DENGAN ORANG TUA BEDA AGAMA


Agama memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Indonesia merupakan
negara yang berlandaskan ideologi Ketuhanan dan sangat menjunjung ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012023S3806S3806 Son gPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3806 Son g
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xii., 71 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110170126
    Klasifikasi
    S3806 Son g
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Agama memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Indonesia merupakan
    negara yang berlandaskan ideologi Ketuhanan dan sangat menjunjung tinggi
    keberadaan agama. Keberagaman agama menyebabkan terjadinya perkawinan beda
    agama. Tetapi perkawinan beda agama di Indonesia adalah suatu hal yang
    kontroversial. Hukum negara yang diatur dalam Undang-undang Republik
    Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan hukum dari masingmasing agama tidak memperbolehkan terjadinya perkawinan beda agama.
    Karenanya, pada pasangan yang melakukan perkawinan beda agama memiliki
    upaya lebih dibandingkan pasangan seagama untuk dapat melangsungkan dan
    mengesahkan perkawinan. Adanya upaya-upaya tersebut, menunjukkan bahwa
    pasangan beda agama memiliki keputusan dan komitmen yang kuat untuk menikahi
    satu sama lain. Meskipun didasari pondasi kuat, perkawinan beda agama berpotensi
    memunculkan konflik lain, yaitu pada anak. Anak dari pasangan beda agama akan
    menerima dua ajaran agama berbeda dari keluarganya. Ajaran-ajaran agama yang
    diberikan kepada anak, dapat membawa anak untuk memiliki hubungan pribadi
    dengan figur Tuhan dalam dirinya (DR). Menerima dua ajaran agama dapat
    menimbulkan kebingungan pada anak. Dari data awal yang dikumpulkan, anak dari
    pasangan beda agama memiliki 4 pilihan dalam beragama: mengikuti salah satu
    agama orang tua, mengikuti kedua agama orang tua, mengikuti agama di luar kedua
    agama orang tua, tidak mengikuti agama manapun. Pada anak yang mengikuti salah
    satu agama, DR berkembang berdasarkan agama terkait. Pada anak yang tidak
    mengikuti agama manapun, anak tidak akan menampilkan DR. Tujuan dari
    penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran DR pada anak yang mengikuti
    dua agama orang tua. Penelitian dilakukan dengan metode wawancara. Panduan
    wawancara dikembangkan dari indikator-indikator dari setiap dimensi konstruk DR
    milik Ninin R. (2016) dengan validitas expert review dengan dosen pembimbing.
    Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.
    Terdapat 2 partisipan yang merupakan individu dari pasangan beda agama dan
    menjalani kedua agama orang tua, yang berpartisipasi dalam penelitian ini.
    Pelaksanaan wawancara dilakukan secara daring kepada tiap partisipan. Dari
    penelitian ini didapatkan bahwa individu yang menjalani kedua agama orang tua
    memiliki kecenderungan terhadap salah satu agama orang tua. Adanya
    kecenderungan terhadap salah satu agama menjawab bahwa dengan menerima dua
    ajaran agama tidak menimbulkan kebingungan pada individu. Individu yang
    menjalani dua agama mengembangkan DR berdasarkan agama yang cenderung
    dipegang oleh mereka. Partisipan 1 menunjukkan DR yang tergolong tinggi dan
    partisipan 2 menunjukkan DR yang tergolong rendah. Perbedaan sifat ag
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi