
Text
[SKRIPSI] HUBUNGAN WORKAHOLISM DAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA MAHASISWA
Pada masa pandemi Covid-19, untuk mengurangi penyebaran virus Covid19, dilaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar dan sekolah serta tempat ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012023S3790 S3790 She h Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S3790 She hPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2023 Deskripsi Fisik xii., 96 hlm.: ill.; 30 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110190067Klasifikasi S3790 She hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SKRPSIPernyataan Tanggungjawab SHEILANDRY KHALILA APRILDHY -
Pada masa pandemi Covid-19, untuk mengurangi penyebaran virus Covid19, dilaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar dan sekolah serta tempat kerja
pun diliburkan secara sementara. Karena pandemi Covid-19 tak kunjung reda,
pemerintah memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk pelajar dan Work
from Home (WFH) untuk pekerja. Dengan diberlakukannya pembatasan sosial
berskala besar, mahasiswa perlu untuk melakukan penyesuaian dengan metode
belajar yang baru tetapi juga dituntut untuk memenuhi target pembelajaran. Hal ini
bisa mengakibatkan mahasiswa untuk mengadopsi budaya gila kerja atau
workaholism. Workaholism ini bisa memengaruhi fisik dan mental mahasiswa.
Oleh karena itu, peneliti ingin menggunakan alat ukur untuk melihat bagaimana
hubungan dari workaholism dan subjective well-being pada mahasiswa. Penelitian
ini melibatkan 207 mahasiswa berusia 18-23 tahun yang direkrut dengan teknik
convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Bergen Work Addiction
Scale (BWAS), Satisfaction with Life Scale (SWLS), dan Scale of Positive and
Negative Experience (SPANE). Analisis data dilakukan menggunakan uji
deskriptif, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan uji korelasi Theta.
Berdasarkan hasil penelitian, workaholism dan life satisfaction memiliki nilai
koefisien korelasi 0.101 pada uji korelasi Theta. Berdasarkan kriteria korelasi
Guilford, maka dapat dikatakan bahwa keduanya tidak memiliki hubungan atau
hampir tidak memiliki hubungan. Lalu, workaholism serta afek positif dan negatif
memiliki nilai koefisien korelasi 0.19 pada uji korelasi Theta. Berdasarkan kriteria
korelasi Guilford, maka dapat dikatakan bahwa keduanya tidak memiliki hubungan
atau hampir tidak memiliki hubungan. Life satisfaction serta afek positif dan negatif
merupakan komponen dari subjective well-being. Oleh karena itu, dapat
disimpulkan bahwa workaholism dan subjective well-being tidak memiliki
hubungan atau hampir tidak memiliki hubungan
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






