Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[SKRIPSI] ISYARAT NONVERBAL INDIVIDU JAKARTA SELATAN YANG DIPERSEPSI SEBAGAI SOCIAL POWER (PERCEIVED SOCIAL POWER): STUDI PERBANDINGAN Antara Warga Jakarta Selatan, Bandung, dan Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi)


Belakangan ini muncul fenomena baru di media sosial yang berkaitan dengan
stereotip mengenai masyarakat Jakarta Selatan terkait pola ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012023S3785S3785 Rah iPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3785 Rah i
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xv., 262 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110190125
    Klasifikasi
    S3785 Rah i
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Belakangan ini muncul fenomena baru di media sosial yang berkaitan dengan
    stereotip mengenai masyarakat Jakarta Selatan terkait pola komunikasi verbal dan
    nonverbal. Di balik stereotip yang diberikan warga luar Jakarta kepada warga
    Jakarta Selatan, ternyata banyak yang mencontoh stereotip warga Jakarta Selatan,
    bahkan banyak yang bercita-cita untuk bekerja dan tinggal di Jakarta Selatan.
    Kemampuan untuk mengenali isyarat nonverbal yang menunjukkan social power
    berperan penting untuk dapat diterima, menyesuaikan diri, dan mendapatkan
    outcomes yang diinginkan di lingkungan, termasuk di lingkungan Jakarta Selatan.
    Akan tetapi latar belakang demografi individu dapat memengaruhi persepsi,
    sehingga dilakukan penelitian mengenai isyarat-isyarat nonverbal yang dilakukan
    oleh warga Jakarta Selatan sebagai bentuk social power oleh warga Jakarta
    Selatan, Bandung, dan Bodebek (Bogor-Depok-Bogor). Teori yang digunakan
    dalam penelitian ini adalah perceived nonverbal social power. Penelitian ini
    menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif komparatif.
    Teknik sampling yang digunakan peneliti adalah teknik snowball sampling.
    Populasi penelitian ini adalah warga Jakarta Selatan dan warga Jawa Barat
    (Bandung dan Bodebek) yang memiliki kenalan warga Jakarta Selatan pada
    periode emerging adulthood, yaitu pada rentang usia 18-25 tahun. Jumlah
    partisipan pada penelitian ini sebanyak 16 partisipan. Pengambilan data dilakukan
    secara online menggunakan metode FGD (focus group discussion). Alat ukur yang
    digunakan berupa pertanyaan kualitatif yang dibuat berdasarkan dimensi
    nonverbal social power yang dikembangkan oleh Carney. Berdasarkan analisis
    deskriptif komparatif, didapatkan adanya perbedaan persepsi mengenai isyarat
    nonverbal yang khas pada warga Jakarta Selatan. Perbedaan persepsi tersebut
    dipengaruhi oleh demografis (region, budaya, SES) dan stereotype yang dimiliki
    kelompok partisipan Jakarta Selatan, Bandung, dan Bodebek
    (Bogor-Depok-Bekasi) terkait warga Jakarta Selatan
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi