Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[SKRIPSI] PERSEPSI SOCIAL POWER TERHADAP ISYARAT NONVERBAL POWER YANG DITUNJUKKAN OLEH PELAKU BULLYING Studi Perbandingan Antara Pelaku dan Korban Bullying dalam Mempersepsi Social Power pada Isyarat Nonverbal yang Ditunjukkan oleh Pelaku Bullying


Kasus bullying masih terus terjadi terutama pada anak usia remaja 12-18
tahun di sekolah. Hal ini dikarenakan adanya kegagalan dalam memahami ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012023S3784S3784 Sop pPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3784 Sop p
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xiii., 121 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110190133
    Klasifikasi
    S3784 Sop p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kasus bullying masih terus terjadi terutama pada anak usia remaja 12-18
    tahun di sekolah. Hal ini dikarenakan adanya kegagalan dalam memahami isyarat
    sosial perilaku pelaku bullying. Kegagalan ini mungkin terjadi karena adanya
    perbedaan persepsi power antara pelaku dan korban bullying. Suatu isyarat
    nonverbal yang sama dapat dipersepsikan sebagai hal yang berbeda tergantung pada
    salah satunya adalah peran keterlibatan dalam bullying. Pelaku dan korban memiliki
    karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, persepsi terhadap perilaku nonverbal
    seseorang kemungkinan akan dipersepsikan dengan sudut pandangan yang berbeda
    antara pelaku dan korban bullying. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk
    mengetahui perbedaan persepsi social power antara pelaku dan korban terhadap
    isyarat nonverbal yang ditunjukan oleh pelaku bullying.
    Rancangan penelitian ini adalah non-eksperimental kuantitatif dengan
    menggunakan metode studi deskriptif komparatif. Penelitian ini melibatkan 143
    siswa SMP di DKI Jakarta. Alat ukur yang digunakan adalah vignette bullying dan
    perceived social power scale (PSPS). Teknik sampling yang digunakan adalah
    probability sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner daring
    dibantu oleh pihak sekolah. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa tidak
    terdapat perbedaan persepsi social power yang signifikan antara pelaku dan korban
    dimana keduanya menganggap isyarat nonverbal yang dilakukan pelaku bullying
    sebagai coercive power. Namun, responden yang tidak terlibat dalam bullying
    cenderung mempersepsikan isyarat nonverbal pelaku bullying sebagai reward
    power. Hal ini tidak terlepas dari faktor yang memengaruhi persepsi sosial yaitu
    faktor pengalaman masa lalu, peran, jenis kelamin, usia, dan etnis responden.

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi