Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[SKRIPSI] GAMBARAN CONFLICT RESOLUTION STYLES DALAM HUBUNGAN PACARAN PADA MAHASISWA DI BANDUNG


Mahasiswa mempunyai love and belonging needs serta berada pada tahap di mana
membutuhkan keintiman dengan individu lain, sehingga hal-hal ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012023S3779S3779 Sya gPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3779 Sya g
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xiv., 106 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110190084
    Klasifikasi
    S3779 Sya g
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Mahasiswa mempunyai love and belonging needs serta berada pada tahap di mana
    membutuhkan keintiman dengan individu lain, sehingga hal-hal tersebut
    mendorong mahasiswa untuk menjalin hubungan pacaran. Dalam menjalin
    hubungan pacaran, mereka akan menemui konflik dalam hubungan pacaran yang
    jika tidak diatasi dengan baik akan mengacaukan kehidupan akademik mahasiswa.
    Oleh karena itu, diperlukan keterampilan conflict resolution yang baik pada
    mahasiswa dalam hubungan pacaran. Terdapat beberapa strategi untuk
    menyelesaikan konflik (conflict resolution styles) yang digagas oleh Kurdek (1994),
    yaitu positive problem solving, conflict engagement, withdrawal, dan compliance.
    Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran conflict resolution
    styles dalam hubungan pacaran pada mahasiswa di Bandung. Penelitian ini
    menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian
    deskriptif. Alat ukur yang digunakan adalah Conflict Resolution Styles Inventory
    (Kurdek, 1994) yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Asycaesariani
    (2017). Teknik convenience sampling digunakan dengan kriteria sampel adalah
    mahasiswa yang berkuliah di Bandung, sedang menjalani hubungan pacaran,
    berusia 20-25 tahun dan pernah mengalami konflik interpersonal dengan pasangan.
    Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan google form berisi kuesioner
    penelitian CRSI di mana mendapatkan 146 responden. Hasil dalam penelitian ini
    menemukan bahwa positive problem solving menjadi conflict resolution style yang
    paling sering digunakan oleh mayoritas mahasiswa dalam menyelesaikan konflik
    dengan pasangan, compliance kadang-kadang digunakan oleh sebagian besar
    mahasiswa, dan conflict engagement serta withdrawal jarang digunakan oleh
    mahasiswa. Artinya, mayoritas mahasiswa lebih sering menggunakan conflict
    resolution styles yang konstruktif daripada destruktif dalam menyelesaikan konflik
    dengan pasangan. Penggunaan conflict resolution styles yang konstruktif dapat
    meningkatkan kepuasan individu dalam hubungan pacaran serta hubungan pacaran
    dapat bertahan lebih lama.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi