
Text
[SKRIPSI] STUDI KOMPARATIF INTENSI PERNIKAHAN DINI ANTARA REMAJA PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI DI KECAMATAN TANJUNGSARI KABUPATEN SUMEDANG
"Pernikahan dini memberikan banyak konsekuensi negatif. Akan tetapi, perilaku
tersebut masih sering dilakukan. Salah satu daerah yang masih ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012023S3773 S3773 Sal s Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S3773 Sal sPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2023 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110190013Klasifikasi S3773 Sal sTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SRKIPSIPernyataan Tanggungjawab SALMA FAUZIAH -
"Pernikahan dini memberikan banyak konsekuensi negatif. Akan tetapi, perilaku
tersebut masih sering dilakukan. Salah satu daerah yang masih menyumbangkan angka
pernikahan dini adalah Kecamatan Tanjungsari yang berada di Kabupaten Sumedang.
Pernikahan dini dilakukan oleh remaja baik laki-laki maupun perempuan yang berada
dibawah usia 19 tahun. Perilaku ini dapat diprediksi melalui intensi. Dalam Theory of
Planned Behavior intensi terdiri dari tiga determinan, yang meliputi attitude toward
behavior, subjective norms, dan perceived behavioral control. Melihat adanya kasus
pernikahan dini dan indikasi determinan intensi pada remaja di Kecamatan Tanjungsari
yang didapat dari data awal. Peneliti tertarik untuk mengkaji lebih lanjut terkait
perbedaan intensi pernikahan dini antara remaja laki-laki dan remaja perempuan yang
di Kecamatan Tanjungsari. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method
dengan rancangan penelitian berupa studi komparatif, dan teknik sampling yang dipilih
merupakan snowball sampling. Populasi pada penelitian ini merupakan remaja berusia
16-17 tahun yang berdomisili di Kecamatan Tanjungsari dan belum menikah, dengan
jumlah sampel yang diperoleh adalah 170 orang. Prosedur penelitian dilakukan secara
hybrid dengan melakukan screening secara offline dan pengambilan data dilakukan
secara online melalui pemberian kuesioner. Alat ukur yang digunakan adalah alat ukur
intensi perkawinan nyerod yang telah diadaptasi menyesuaikan dengan konteks
pernikahan dini. Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney, ditemukan bahwa tidak terdapat
perbedaan intensi pernikahan dini antara responden remaja laki-laki dan responden
perempuan di Kecamatan Tanjungsari. Kedua kelompok sama-sama memiliki intensi
yang lemah untuk melakukan pernikahan dini. Oleh karena itu, dapat disimpulkan
bahwa responden remaja laki-laki dan perempuan di Kecamatan Tanjungsari samasama kurang memiliki kesiapan untuk melakukan pernikahan dini."
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






