Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[SKRIPSI] GAMBARAN RESILIENSI MAHASISWA KARTU INDONESIA PINTAR (KIP) YANG MEMILIKI KELUARGA SINGLE MOTHER


Mahasiswa KIP-K Merdeka yang berada pada keluarga single mother
memiliki kesulitan atau adversity yang lebih banyak dibandingkan mahasiswa ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012023S3755S3755 Din gPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3755 Din g
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xii., 138 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110190070
    Klasifikasi
    S3755 Din g
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Mahasiswa KIP-K Merdeka yang berada pada keluarga single mother
    memiliki kesulitan atau adversity yang lebih banyak dibandingkan mahasiswa pada
    umumnya. Kesulitan tersebut bersumber dari ekonomi, tuntutan sebagai mahasiswa
    KIP-K Merdeka, dan dampak dari keluarga single mother (kesulitan ekonomi yang
    berlebih). Oleh karena itu, agar mahasiswa tersebut bisa melewati kesulitan yang
    sedang dialami dan menghasilkan positive outcome diperlukan kemampuan
    resiliensi. Resiliensi terbentuk dari hasil interaksi antara faktor risiko dan faktor
    protektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan
    metode wawancara kepada 6 mahasiswa KIP-K Merdeka yang memiliki keluarga
    single mother. Dengan jumlah pertanyaan sebanyak 10 pertanyaan utama yang
    didasarkan pada faktor I Have, I Am, dan I Can. Hasil penelitian ini menemukan
    bahwa kemampuan resiliensi pada mahasiswa KIP-K Merdeka tergambarkan pada
    10 tema yang dikelompokkan dalam 3 faktor resiliensi. I Have: siapa dan
    bagaimana support system saya memberikan dukungan ketika situasi sulit (ibu
    menjadikan saya tangguh, ibu dan keluarga besar yang memberikan biaya, ibu dan
    orang sekitar memberikan respons positif terhadap akademik dan non akademik,
    dan orang sekitar menjadi panutan saya dalam menghadapi kesulitan). I Am: siapa
    dan bagaimana saya menghadapi kesulitan (mencari solusi praktis dari diri sendiri
    dan orang lain dengan hal positif, menumbuhkan keseriusan dan keyakinan diri
    dalam belajar, dan kendala dalam diri yang menghambat pekerjaan). I Can: apa
    yang bisa saya pelajari dari orang-orang sekitar (menumbuhkan sikap positif dalam
    diri ketika menghadapi masalah, membangun hubungan positif dengan keluarga
    dan orang sekitar, dan cara berinteraksi dengan keterbatasan yang dimiliki di
    lingkungan sekitar). Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa KIP-K Merdeka yang
    berada pada keluarga single mother memiliki kemampuan resiliensi atau
    kemampuan untuk melewati kesulitan yang sedang dialami dengan adanya faktor
    protektif. Kemampuan resiliensi tersebut tergambarkan ke dalam 10 tema yang
    dikelompokkan pada faktor I Have, I Am, dan I Can.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi