
Text
[TESIS] KELEKATAN AMBIVALEN ANTAR SAUDARA KANDUNG PENGGUNA NAPZA: SUATU STUDI FENOMENOLOGI
Menggunakan NAPZA adalah perilaku yang tidak diharapkan karena dampak buruknya bagi kesehatan raga dan jiwa, terlebih hingga kecanduan. Apalagi ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19042023T0821 T0821 Rei k Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Tesis) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil T0821 Rei kPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2023 Deskripsi Fisik x., 151 hlm.: ill.; 30 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190120210014Klasifikasi T0821 Rei kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik TESISPernyataan Tanggungjawab Reiha Fadila -
Menggunakan NAPZA adalah perilaku yang tidak diharapkan karena dampak buruknya bagi kesehatan raga dan jiwa, terlebih hingga kecanduan. Apalagi ketika dalam suatu hubungan saudara kandung, ada lebih dari satu orang yang menggunakan atau kecanduan. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan yang bersifat paradoksal tentang peran saudara kandung, yang lazimnya merupakan bagian dari sistem dukungan yang positif. Ketika ada dua orang yang bersaudara kandung merupakan pengguna NAPZA, sejauh mana peran tersebut menjadi penghambat keputusan-keputusan terkait penggunaan NAPZA, atau justru sebaliknya? Jika ada relasi resiprokal antar saudara kandung dalam hal penggunaan NAPZA, maka apa makna dirinya bagi saudara kandungnya dan apa makna saudara kandung baginya? Situasi tersebut mendasari kebutuhan untuk melakukan penelitian fenomenologis dan menjadi tujuan penelitian ini yaitu mengetahui makna hidup pengguna NAPZA yang mempunyai saudara kandung pengguna NAPZA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan menggunakan teknik analisis data Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Penelitian ini dilakukan pada 3 partisipan pengguna NAPZA yang memiliki saudara kandung pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan diri pada pengguna yang memiliki saudara kandung sesama pengguna digambarkan sebagai sebuah keterikatan saudara kandung yang ambivalen. Dampak emosional dan relasional terjadi karena penggunaan zat bersama. Mereka mengalami peristiwa membahagiakan dan dukacita (baik itu di saat yang bersamaan maupun di saat yang terpisah) karena pengaruh penggunaan NAPZA. Peristiwa membahagiakan ini erat kaitannya dengan konsep sepenanggungan yang dirasakan oleh pengguna pada saudaranya dan bermuara pada kedekatan emosional melalui papak (patungan membeli dan menggunakan NAPZA bersama) atau komunikasi yang semakin intensif. Di samping itu terdapat pula hubungan yang penuh ketegangan (perselisihan dan ketidakcocokan antar saudara kandung) dan isolasi yang meningkat (menghindari saudara kandung yang lain) juga dirasakan oleh mereka karena masalah penggunaan NAPZA.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






