Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[SKRIPSI] GAMBARAN RESILIENSI PADA GURU SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) DI KABUPATEN CIREBON"


Pendidikan khusus merupakan proses pendidikan dan pembelajaran yang
berhak diterima oleh individu dengan kelainan fisik, mental, emosional dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012023S3749S3749 Han gPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3749 Han g
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xii., 102 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110167002
    Klasifikasi
    S3749 Han g
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pendidikan khusus merupakan proses pendidikan dan pembelajaran yang
    berhak diterima oleh individu dengan kelainan fisik, mental, emosional dan sosial,
    serta intelektual, baik kecerdasan dibawah rata-rata maupun dengan tingkat
    kecerdasan luar biasa. Menjadi guru bagi anak-anak berkebutuhan khusus
    merupakan suatu pekerjaan yang memiliki tekanan tersendiri yang dapat
    menyebabkan kelelahan, baik berupa kelelahan fisik maupun kelelahan psikis yang
    akhirnya dapat memicu timbulnya stres. Dengan kondisi penuh tekanan tersebut
    seorang guru masih dituntut untuk bisa berperilaku positif baik saat mengajar
    maupun dalam kehidupan sosial sehari-hari. Kemampuan berperilaku positif
    setelah menghadapi situasi dengan tekanan disebut resiliensi. Penelitian ini
    bertujuan untuk melihat gambaran resiliensi pada guru sekolah luar biasa di
    Kabupaten Cirebon. penelitian ini menggunakan pendekatan non-eksperimental
    dengan jenis studi deskriptif. Responden penelitian ini terdiri dari 30 guru yang
    mengajar di Sekolah Luar Biasa Negeri Kabupaten Cirebon. Pengambilan data
    dilakukan menggunakan kuesioner Resilience Quotient (RQ-Test) dari Reivich dan
    Shatte (2002) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Wedyaswari
    (2018). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian guru di SLBN
    Kabupaten Cirebon (53%) memiliki tingkat resiliensi di bawah rata-rata, artinya
    guru-guru tersebut kurang mampu bersikap positif setelah menghadapi situasi yang
    penuh dengan tekanan. Empat dari tujuh aspek resiliensi, yaitu regulasi emosi,
    empati, self-efficacy, dan reaching out berada dalam kategori di bawah rata-rata.
    Sedangkan aspek optimisme dan causal analysis berada dalam kategori di rata-rata.
    Aspek pengendalian impuls berada dalam kategori di atas rata-rata. Uji beda
    menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara jenis kelamin, usia,
    dan status kepegawaian pada resiliensi.Penelitian Selanjutnya mengenai resiliensi,
    disarankan untuk menambahkan faktor internal dan eksternal sehingga dapat
    mengetahui gambaran resiliensi secara utuh.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi