Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[SKRIPSI] HUBUNGAN ANTARA ONLINE SOCIAL SUPPORT DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA SISWA SMA DI JABODETABEK


Masyarakat dari berbagai kalangan usia, tidak terkecuali remaja,
menggunakan media sosial untuk berbagai hal, mulai dari sekedar ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012023S3725S3725 Rik hPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3725 Rik h
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xi., 139 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110180070
    Klasifikasi
    S3725 Rik h
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Masyarakat dari berbagai kalangan usia, tidak terkecuali remaja,
    menggunakan media sosial untuk berbagai hal, mulai dari sekedar menghabiskan
    waktu hingga berhubungan dengan orang lain. Berhubungan dengan pengguna
    lainnya pada media sosial memungkinkan seseorang untuk meminta bantuan atau
    dukungan sosial, dimana pada ruang lingkup daring dapat disebut sebagai online
    social support. Pada dukungan sosial tatap muka, diketahui memiliki banyak
    manfaat kepada remaja, salah satunya terhadap subjective well-being. Penelitian ini
    mengkaji terkait hubungan antara online social support terhadap subjective wellbeing milik remaja. Menggunakan survei daring melalui Google Form, sebanyak
    160 siswa SMA, dimana 56 siswa berjenis kelamin laki-laki dan 104 siswa berjenis
    kelamin perempuan dengan (N=160, Mean=16,3), berpartisipasi dengan mengisi
    kuesioner terkait online social support dan subjective well-being menggunakan alat
    ukur Online Social Support Scale (Nick dkk., 2019), Satisfaction with Life Scale
    dan Scale of Positive and Negative Experience (Diener dkk., 2009). Hasil yang
    didapatkan adalah online social support diketahui terkait dengan dimensi kepuasan
    hidup dan perasaan positif, namun tidak terkait dengan dimensi perasaan negatif.
    Hal ini dapat terjadi karena dukungan yang didapatkan remaja dapat meningkatkan
    kondisi hidup dan perasaan positif, serta online social support yang mungkin
    cenderung hedonisme sehingga tidak dapat membantu menurunkan perasaan
    negatif remaja. Namun, hubungan antara online social support dengan kepuasan
    hidup dan perasaan positif memiliki hubungan yang lemah, sehingga online social
    support memiliki pengaruh yang kecil dibandingkan dengan faktor lain yang
    mempengaruhi keduanya. Selain itu, remaja paling banyak memiliki kepuasan
    hidup di bawah rata-rata. Penelitian lebih lanjut diperlukan terkait faktor lain yang
    memoderasi online social support dengan subjective well-being.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi