Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[SKRIPSI] GAMBARAN RUMINASI TERHADAP POST-TRAUMATIC GROWTH PADA MAHASISWI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL


Kekerasan seksual menjadi isu yang disorot oleh publik pada beberapa tahun
terakhir. Kekerasan seksual menjadi kasus kejahatan yang sering ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012023S3729S3729 Fah gPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3729 Fah g
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    v., 166 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110190007
    Klasifikasi
    S3729 Fah g
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kekerasan seksual menjadi isu yang disorot oleh publik pada beberapa tahun
    terakhir. Kekerasan seksual menjadi kasus kejahatan yang sering menimpa
    perempuan, yang mana hal ini erat kaitannya dengan kekerasan berbasis gender,
    ketimpangan kekuasaan antara laki-laki dan perempuan, serta budaya patriarki.
    Mengingat kekerasan seksual adalah kejahatan yang dapat terjadi pada siapa saja,
    maka bukan tidak mungkin bila mahasiswa juga dapat menjadi salah satu korban
    dari isu tersebut. Berdasarkan data awal, ditemukan bahwa di samping berbagai
    dampak negatif yang ditimbulkan oleh kekerasan seksual, korban juga merasakan
    adanya perubahan ke arah yang positif dalam hidup mereka. Perubahan positif
    yang dialami oleh korban sebagai hasil dari perjuangan atas peristiwa yang
    traumatis ini kemudian dikonseptualisasi sebagai post-traumatic growth. Dalam
    prosesnya, korban kekerasan seksual mengalami ruminasi, yaitu pemikiran yang
    berulang, baik itu dalam bentuk yang tidak diinginkan maupun disengaja dalam
    upaya untuk memahami apa yang terjadi. Telah ada penelitian yang membahas
    mengenai hubungan ruminasi dengan post-traumatic growth pada korban
    kekerasan seksual secara kuantitatif. Namun, pembahasan secara kualitatif
    menjadi menarik dilakukan untuk mengeksplorasi lebih jauh lagi. Tujuan dari
    penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi gambaran ruminasi terhadap
    post-traumatic growth pada mahasiswi korban kekerasan seksual. Penelitian ini
    dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan rancangan kualitatif deskriptif.
    Pengambilan data dilakukan melalui proses wawancara, dengan pedoman
    wawancaranya telah melalui proses peninjauan oleh ahli. Kriteria sampel
    penelitian ini adalah mahasiswi aktif yang pernah mengalami kekerasan seksual
    setidaknya 6 bulan yang lalu dan memiliki total skor PCL-5 sejumlah 32 atau
    lebih. Sampel penelitian ini adalah sebanyak enam orang yang diambil dengan
    teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis tematik. Hasil
    pengolahan data menunjukkan bahwa seluruh mahasiswi korban kekerasan
    seksual menunjukkan adanya kelima post-traumatic growth dan dampak positif
    lain berupa self-awareness. Perkembangan post-traumatic growth sendiri didorong
    oleh berbagai macam faktor, dengan faktor deliberate rumination menjadi faktor
    yang paling dominan. Deliberate rumination ini juga dilandasi oleh narasi
    feminisme yang memperjuangkan perempuan dan melawan kekerasan seksual.
    Hal tersebut bertolak belakang dengan stigmatisasi masyarakat dan budaya
    patriarki yang membuat mahasiswi korban kekerasan seksual merasa buruk
    setelah mengalami kekerasan seksual. Penelitian ini juga mengonfirmasi pendapat
    ahli yang menyatakan bahwa intrusive rumination adalah ruminasi yang muncul
    terlebih dahulu, yaitu setelah mengalami kejadian kekerasan seksual. Setelahnya,
    barulah muncul deliberate rumination. Penelitian ini juga menemukan mahasiswi
    korban kekerasan seksual masih dapat merasakan dampak negatif dan mengalami
    intrusive rumination meskipun pada saat yang sama sudah mencapai
    post-traumatic growth.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi