Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[SKRIPSI] GAMBARAN FORGIVENESS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS PADJADJARAN


Pada masa transisi remaja ke dewasa, mahasiswa dihadapkan pada berbagai
kesulitan dan tantangan, seperti perasaan tidak puas pada diri ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012023S3736S3736 Aly gPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3736 Aly g
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    x., 63 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110190081
    Klasifikasi
    S3736 Aly g
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pada masa transisi remaja ke dewasa, mahasiswa dihadapkan pada berbagai
    kesulitan dan tantangan, seperti perasaan tidak puas pada diri sendiri, konflik
    dengan orang lain, bahkan kesulitan menerima kejadian yang telah terjadi. Hal ini
    kemudian dapat mengakibatkan adanya tekanan psikologis yang selanjutnya dapat
    berpengaruh pada kesehatan mental serta pencapaian akademik. Oleh karena itu,
    individu didorong untuk menemukan cara mengatasi secara afektif dan ditemukan
    bahwa forgiveness sebagai disposisi dapat menjadi salah satu sumber coping
    stressor interpersonal maupun intrapersonal. Memaafkan pelanggaran yang terjadi
    pada berbagai waktu, hubungan, dan situasi dapat menjadi salah satu sumber
    mengatasi afek negatif. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
    forgiveness pada mahasiswa Universitas Padjadjaran. Penelitian deskriptif
    menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental ini menggunakan alat ukur
    Heartland Forgiveness Scale dan ditemukan bahwa Mahasiswa Universitas
    Padjadjaran memiliki forgiveness pada tingkat sedang. Dengan kata lain,
    mahasiswa Unpad memiliki kecenderungan sedang untuk memaafkan atau kadang
    pada situasi tertentu dapat memaafkan. Hal ini mungkin dikarenakan mahasiswa
    masih berada pada kematangan emosi pada remaja akhir dan mungkin masih belum
    dapat membuat pilihan terbaik. Selain itu, ditemukan bahwa mahasiswa yang tidak
    pernah melakukan rutinitas agama pada sebulan terakhir memiliki rata-rata
    forgiveness paling rendah serta mahasiswa yang selalu melakukan rutinitas agama
    pada sebulan terakhir memiliki rata-rata forgiveness paling tinggi. Berdasarkan asal
    suku juga ditemukan bahwa mahasiswa yang berasal dari suku Minang memiliki
    rata-rata skor forgiveness paling besar secara deskriptif.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi