Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[SKRIPSI] PERAN ROMANTIC BREAKUP TERHADAP IMPULSIVE BUYING PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN


"Mahasiswa merupakan salah satu kelompok individu yang sedang pada tahap
emerging adulthood dan rentan untuk mengalami peristiwa romantic ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012023S3745S3745 Azm pPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3745 Azm p
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xiv., 268 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110195001
    Klasifikasi
    S3745 Azm p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • "Mahasiswa merupakan salah satu kelompok individu yang sedang pada tahap
    emerging adulthood dan rentan untuk mengalami peristiwa romantic breakup.
    Peristiwa ini umum terjadi pada mahasiswa karena karakteristik emerging
    adulthood yang cenderung tidak stabil dan melakukan eksplorasi. Kejadian
    romantic breakup yang dialami mahasiswa dapat menyebabkan breakup distress
    sehingga dipersepsikan sebagai stressful life-events. Distress dan emosional
    negatif yang muncul akibat romantic breakup dapat mendorong individu untuk
    mencari gratifikasi segera, dan salah satu hal yang mungkin dilakukan adalah
    melakukan impulsive buying. Perilaku impulsive buying dapat memberikan emosi
    positif dan menaikkan mood pada seseorang, sehingga dapat dijadikan strategi
    yang dinilai relatif aman untuk mengatasi stres dan emosional negatif akibat
    romantic breakup. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan dan
    peran dari romantic breakup terhadap impulsive buying pada mahasiswa Fakultas
    Psikologi Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan rancangan studi
    korelasional non-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis
    statistik regresi dan deskriptif. Teknik pemilihan responden menggunakan
    non-probability sampling dengan metode saturation sampling. Subjek penelitian
    terdiri dari 62 mahasiswa Fakultas Psikologi Unpad yang mengalami romantic
    breakup selama 12 bulan terakhir (per bulan Oktober). Pengambilan data
    dilakukan melalui kuesioner daring berisi alat ukur Breakup Distress Scale (BDS)
    dan Impulse Buying Tendency Scale (IBTS) menggunakan bantuan Google Form.
    Hasil pengujian regresi linear sederhana menggunakan IBM SPSS 26
    menunjukkan bahwa tidak terdapat peran signifikan distress akibat romantic
    breakup terhadap impulsive buying (r2 = 0,004; p = 0,605). Pada breakup distress,
    analisis korelasi dengan data demografi dan penunjang mengungkapkan adanya
    hubungan durasi hubungan romantis dan status inisiator romantic breakup dengan
    breakup distress. Adapun pada impulsive buying, ditemukan jenis kelamin, jumlah
    uang saku/pemasukan perbulan, dan kepemilikan fasilitas layanan
    pinjaman/hutang berkaitan dengan impulsive buying. Hasil pengolahan data
    deskriptif menunjukkan mayoritas responden memiliki breakup distress yang
    sedang dan impulsive buying yang sedang.
    "
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi