Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[SKRIPSI] FAKTOR-FAKTOR DETERMINAN PERILAKU SEKS PRANIKAH (PREMARITAL SEX) PADA MAHASISWA DI KOTA BANDUNG DAN JATINANGOR


Perilaku seks pranikah di Indonesia masih menjadi hal yang tabu dan
dilarang. Namun, anak muda semakin menunjukkan pandangan yang liberal.

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012023S3703S3703 Nan fPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3703 Nan f
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xii., 132 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110190035
    Klasifikasi
    S3703 Nan f
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Perilaku seks pranikah di Indonesia masih menjadi hal yang tabu dan
    dilarang. Namun, anak muda semakin menunjukkan pandangan yang liberal.
    Sesuai dengan Theory of Planned Behavior (TPB), keputusan untuk melakukan
    atau tidak melakukan aktivitas ini dapat tercermin dalam intensi. Intensi juga
    seringkali menjadi prediktor yang baik dalam memprediksi terjadinya perilaku.
    Selain itu, perilaku ini memiliki banyak faktor-faktor penentu. Oleh karena itu,
    penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran intensi untuk melakukan
    hubungan seks pranikah pada mahasiswa di Kota Bandung dan Jatinangor serta
    determinan-determinan pembentuknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan
    kuantitatif. Responden berasal dari universitas di Kota Bandung dan Jatinangor
    dengan karakteristik mahasiswa laki-laki dan perempuan yang belum menikah dan
    berusia 18-25 tahun. Responden yang terkumpul adalah 317 setelah menghapus
    data yang tidak lengkap. Adapun alat ukur yang digunakan adalah Skala Intensi
    Seksual Remaja Indonesia milik Lubis dkk. (2022). Hasil penelitian menunjukkan
    bahwa prevalensi intensi untuk melakukan hubungan seks pranikah pada
    responden masuk ke dalam kategori rendah. Namun hanya subjective norm dan
    perceived behavioral control yang memprediksi intensi untuk melakukan
    hubungan seks pranikah dengan pengaruh yang kecil (27,4%). Hasil lain
    menunjukkan bahwa jenis kelamin, pengalaman seksual, status hubungan
    romantis menyebabkan perbedaan niat seks pranikah.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi