Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[SKRIPSI] HUBUNGAN RESILIENSI DAN KUALITAS HIDUP PADA MAHASISWA PENDERITA MIGRAIN


Migrain merupakan gangguan neurologis kronis yang menyerang sekitar
1,04 milyar individu di seluruh dunia dengan gejala meningkatnya ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012023S3701S3701 And hPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3701 And h
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xiii., 106 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110190114
    Klasifikasi
    S3701 And h
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Migrain merupakan gangguan neurologis kronis yang menyerang sekitar
    1,04 milyar individu di seluruh dunia dengan gejala meningkatnya sensitivitas
    terhadap stimulus luar seperti cahaya dan/atau suara. Disabilitas fungsional yang
    timbul pada penderita akibat migrain mengganggu mereka dalam berbagai aspek
    kehidupannya, seperti keluarga, sosial, dan pekerjaannya. Prevalensi migrain yang
    cukup tinggi pada mahasiswa di seluruh dunia berkontribusi dalam menurunnya
    tingkat kualitas hidup mereka, tekanan tidak hanya datang dari tuntutan tugas
    mereka tetapi juga dari nyeri kepala yang dialami. Oleh karena itu, diperlukan
    upaya untuk mengidentifikasi faktor yang berkaitan dengan kualitas hidup
    mahasiswa penderita migrain, dan resiliensi menjadi salah satu kemungkinan
    faktornya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara resiliensi dan
    kualitas hidup pada mahasiswa penderita migrain. Dalam penelitian ini, digunakan
    teknik convenience sampling dengan kriteria sampel merupakan mahasiswa berusia
    18-25 tahun dan pernah mengalami migrain selama menjadi mahasiswa. Sebanyak
    112 responden diperoleh melalui penyebaran kuesioner berisi data demografi serta
    alat ukur RS-14 dan MSQv2.1 secara daring di media sosial. Hasil analisis data
    menunjukkan tidak terdapat hubungan antara resiliensi dan kualitas hidup secara
    umum. Namun, korelasi yang rendah ditemukan pada hubungan antara kualitas
    hidup dengan dimensi authenticity, dimensi EF dengan dimensi equanimity, dan
    pada dimensi EF dengan dimensi authenticity. Dengan kata lain, hasil dari
    penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan individu untuk beradaptasi dan
    bangkit pada situasi sulit bukan merupakan faktor yang dapat memprediksi kualitas
    hidup pada mahasiswa penderita migrain.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi