Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[SKRIPSI] PERAN GENDER DALAM PENGGUNAAN PROFANITY PADA KOMUNIKASI IN-GAME PEMAIN CROSSGENDER MOBILE LEGENDS: BANG BANG


"Salah satu dampak revolusi industri 4.0 adalah adanya peningkatan minat
masyarakat Indonesia terhadap industri game. Namun, selain memiliki ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012023S3690S3690 Hut pPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3690 Hut p
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xiii., 132 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110190034
    Klasifikasi
    S3690 Hut p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • "Salah satu dampak revolusi industri 4.0 adalah adanya peningkatan minat
    masyarakat Indonesia terhadap industri game. Namun, selain memiliki dampak
    positif, game juga memiliki dampak negatif terhadap perilaku pemainnya, salah
    satunya yaitu penggunaan profanity. Fenomena ini juga terjadi dalam game yang
    paling banyak diminati di Indonesia, yaitu Mobile Legends: Bang Bang. Terdapat
    data demografi berdasarkan jenis kelamin yang sangat kontras antara pemain lakilaki dan perempuan, tapi belum ada penelitian yang membahas mengenai peran
    gender pemain MLBB terhadap penggunaan profanity. Hal ini penting diketahui,
    salah satunya untuk menjadi pendukung penentuan kebijakan atau marketing pihak
    developer serta komunitas pemain. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
    menggambarkan bagaimana gender berperan dalam penggunaan profanity pada
    komunikasi in-game pemain crossgender MLBB. Pemain crossgender dipilih
    karena dinilai dapat lebih memunculkan peran gender dalam penggunaan profanity
    dibandingkan pemain non-crossgender. Penelitian ini menjadi pengembangan dari
    penelitian sebelumnya yang terkait dengan penggunaan profanity pada game
    Mobile Legends: Bang Bang (Fauzan dkk., 2021; Rakhmawati dkk., 2020; Almajid,
    2019; Valentina & Sari, 2018). Berbeda dari penelitian pada pemain crossgender
    di game MMORPG (Askamal & Hendriyani, 2021), penelitian ini menentukan
    profil crossgender berdasarkan profil yang digunakan (simbol jenis kelamin dan
    foto), bukan avatar pemain. Penelitian ini juga memperkaya penelitian
    eksperimental Yang dkk. (2014) dengan mengeksplorasi keterkaitan alasan
    penggunaan profil crossgender terhadap penggunaan profanity pemaian.
    Penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling dengan kriteria
    partisipan adalah pemain aktif MLBB selama lebih dari 3 bulan, berusia 18-22
    tahun, menampilkan jenis kelamin dan foto profil crossgender dalam profil akun
    MLBB, serta melakukan komunikasi in-game secara verbal melalui chat atau
    microphone ketika bermain MLBB. Penelitian deskriptif kualitatif dilakukan
    dengan menyebarkan google form berisi alat ukur yang disusun berdasarkan tujuan
    penelitian dan merujuk pada penelitian terdahulu terkait profanity dan pemain
    crossgender (Huh & Williams, 2009; Chou dkk., 2014; Yang dkk., 2014; Song &
    Jung, 2015; Hoogstad, 2020; Askamal & Hendriyani, 2021; Gabrielleo, 2022).
    Penelitian ini mendapatkan 31 partisipan. Data diolah menggunakan thematic
    analysis.
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa gender berperan pada penggunaan
    profanity pemain crossgender melalui stereotip yang melekat pada gender tertentu,
    terutama pada profil pemain laki-laki yang lekat dengan agresivitas. Hal ini lebih
    banyak ditemukan pada pemain perempuan untuk menghindari gangguan yang
    bersifat seksual dan agar tidak direndahkan kemampuan bermainnya oleh pihak
    lawan. Bentuk pengaruh ini dapat terlihat dari lebih tingginya frekuensi dan
    intensitas profanity yang digunakan oleh pemain perempuan yang menggunakan
    iv
    profil laki-laki. Secara spesifik, kekhasan budaya Indonesia cukup melekat pada
    banyak munculnya profanity jenis hewan yang diasosiasikan dengan sifat haram
    berdasarkan agama serta variasi kata bahasa daerah yang mengacu pada organ
    kelamin perempuan."
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi