Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[SKRIPSI] STUDI KOMPARATIF INTENSI MENIKAH PADA DEWASA AWAL DITINJAU DARI PENGALAMAN PERCERAIAN ORANG TUA


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intensi menikah antara
dewasa awal yang mengalami perceraian orang tua dan yang tidak ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012023S3675S3675 Irn sPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3675 Irn s
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xiii., 136 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110160003
    Klasifikasi
    S3675 Irn s
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intensi menikah antara
    dewasa awal yang mengalami perceraian orang tua dan yang tidak mengalami
    perceraian orang tua.
    Rancangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan komparatif
    kuantitatif noneksperimental dengan metode survei. Partisipan penelitian ini (N =
    318) terdiri dari 52 dewasa awal di Bandung yang mengalami perceraian orang tua,
    dan 266 orang yang tidak mengalami perceraian orang tua, dengan rentang usia 20-
    40 tahun. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah convenience sampling
    dengan cara menyebarkan kuesioner online dalam bentuk google form Alat ukur
    yang digunakan adalah alat ukur intensi menikah yang dikembangkan oleh peneliti
    berdasarkan Theory of Planned Behavior dari Ajzen dan Fishbein (1988). Teknik
    pengolahan data menggunakan uji beda Mann-Whitney.
    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan
    pada intensi menikah antara dewasa awal yang mengalami perceraian orang tua dan
    yang tidak. Partisipan yang tidak mengalami perceraian orang tua memiliki intensi
    yang lebih kuat untuk menikah. Dari ketiga dimensi pembentuk intensi, ditemukan
    bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada dimensi attitude toward behavior,
    dan perceived behavioral control. Sedangkan untuk dimensisubjective norms, tidak
    ditemukan adanya perbedaan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi