<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14897">
 <titleInfo>
  <title>Studi ekologi lanskap pada penggunaan sumberdaya lanskap hasil modifikasi manusia oleh burung pemangsa langka dan terancap punah di Panaruban dan Telaga Warna</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Withaningsih, Susanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xviii,;216 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
&#13;
Burung pemangsa merupakan spesies yang penting secara biologis, &#13;
sensitif terhadap lingkungan dan dapat dipergunakan sebagai indikator sehatnya &#13;
lingkungan. Musim berkembang biak merupakan fase kritis bagi burung-burung &#13;
pemangsa yang saat ini dikategorikan sebagai spesies langka dan terancam punah. &#13;
Pemilihan sarang memberikan konsekuensi yang penting bagi keberhasilan &#13;
perkembangbiakan burung pemangsa. Berkaitan dengan hal tersebut telah &#13;
dilakukan analisis spasial mengenai keberadaan sarang burung pemangsa langka &#13;
dan terancam punah dalam kaitannya dengan struktur lanskap di lanskap hasil &#13;
modifikasi manusia di Panaruban dan Telaga Wama, Jawa Barat. Tujuan dari &#13;
penelitian ini adalah untuk mengkaji berbagai struktur lanskap yang digunakan &#13;
-oleh burung pemangsa dalam menentukan tempat bersarang pada lanskap hasil &#13;
modifikasi manusia di Panaruban dan Telaga Wama. Penelitian dilakukan dengan &#13;
menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif dan kuantitatif dengan &#13;
menggunakan Fragstat versi 2.0. Penelitian ini menggunakan empat radius pada &#13;
jarak 250 m, 500 m, 750 m dan 1000 m sekitar sarang untuk menganalisis &#13;
hubungan antara keberadaan sarang burung pemangsa dan struktur lanskap. Hasil &#13;
penelitian menunjukkan bahwa lanskap Panaruban merupakan mosaik yang &#13;
terdiri dari kombinasi elemen-elemen lanskap yang ditutupi vegetasi alami dan &#13;
binaan yang berbeda apabila dibandingkan dengan lanskap Telaga Wama. &#13;
Pembagian dalam dimensi ruang dan waktu merupakan salah satu strategi burung &#13;
pemangsa dalam mengurangi tingkat kompetisi pada masa perkembangbiakan di &#13;
lanskap Panaruban. Kompetisi intra dan interspesifik pada tiga jenis elang di &#13;
Telaga Wama dapat dilihat dari letak sarang yang ditempatkan oleh masing­ &#13;
masing jenis elang. &#13;
&#13;
Keempat jenis burung elang yaitu elang jawa (Spizaetus bartelsi), elang &#13;
brontok tSpizaetus cirrhatus), elang ular (Spilomis cheela) dan elang hitam &#13;
(Ictinaetus malayensis) cenderung memilih tempat bersarang pada lanskap yang &#13;
derajat kekontrasannya tidak mencolok pada radius 250 m. Dari segi kompleksitas &#13;
lanskap di sekitar tempat bersarang keempat jenis elang, tidak menunjukkan &#13;
perbedaan yang besar pada radius 250 m. Kerapatan daerah tepi sarang elang &#13;
hitam lebih tinggi apabila dibandingkan dengan elang jawa dan elang brontok &#13;
pada radius 250 m-I 000 m. Kelimpahan mangsa di lanskap Panaruban dan &#13;
Telaga Wama cukup tinggi dan tersebar di lima lokasi berburu untuk di &#13;
Panaruban dan tujuh lokasi berburu di Telaga Wama. Perbedaan karakteristik &#13;
dalam pemilihan sarang dipengaruhi oleh struktur lanskap pada skala yang &#13;
berbeda di sekitar sarang. Beberapa strategi pengelolaan perlu dilakukan secara &#13;
bertahap untuk menjaga keberlangsungan burung pemangsa tanpa mengurangi &#13;
pemanfaatannya oleh penduduk yang hidup pada lanskap hasil modifikasi &#13;
manusia di Panaruban dan Telaga Wama. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Withaningsih, Susanti</note>
 <subject authority="">
  <topic>spesies yang penting secara biologis,</topic>
 </subject>
 <classification>572</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>572 Wit s/R.14.50</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120100291</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.14.50)</sublocation>
    <shelfLocator>572 Wit s/R.14.50</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14897</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:25:18</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-18 14:39:09</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>