Detail Cantuman

Image of Diversitas genetik dan persilangan interspesifik ipomoea trifida (H.B.K) G. Don. asal Cipatat Jawa Barat sebagai 'wild progenitor' ipomoea batatas (L.) Lam

 

Diversitas genetik dan persilangan interspesifik ipomoea trifida (H.B.K) G. Don. asal Cipatat Jawa Barat sebagai 'wild progenitor' ipomoea batatas (L.) Lam


ABSTRAK

\

Tujuan dari penelitian ini adalah mendapat informasi mengenai diversitas genetik

dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130100026572 Set D/R.14.48Perpustakaan Pusat (REF.14.48)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    572 Set D/R.14.48
    Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi,;164 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    572
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK

    \

    Tujuan dari penelitian ini adalah mendapat informasi mengenai diversitas genetik

    dan hubungan kekerabatan diantara aksesi-aksesi kerabat liar ubi jalar asal Citatah
    Jawa Barat berdasarkan analisis terhadap karakter morfologi dan kajian
    sitogenetik melalui penentuan tingkat ploidi dan pola kariotipe. Selain itu untuk
    mendapatkan informasi mengenai tingkat keberhasilan persilangan antara ubi jalar
    budidaya (Ipomoea batatas) tetraploid dengan kerabat liar ubi jalar (Ipomoea
    trifida) diploid. Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah studi
    diversitas genetik kerabat liar ubi jalar yang terdiri atas percobaan lapang untuk
    mengevaluasi karakter morfologi dan percobaan laboratorium untuk analisis
    sitogenetik. Percobaan lapang dilakukan di Kebun Percobaan Ciparanje
    menggunakan Rancangan Augmented yang terdiri atas 54 aksesi kerabat liar ubi
    jalar dan enam aksesi cek serta Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri
    atas 66 aksesi kerabat liar ubi jalar diulang dengan dua kali pengulangan. Analisis
    sitogenetik telah dilakukan di Laboratorium menggunakan Rancangan Acak
    Lengkap (RAL) dengan tiga kali pengulangan. Tahap kedua adalah persilangan
    interspesifik antara ubi jalar (1. batatas) tetraploid dengan kerabat liar ubi jalar
    (1. trifida) diploid, dilakukan di Kebun Percobaan Ciparanje. Hasil penelitian
    menunjukkan bahwa kerabat liar ubi jalar asal Citatah Jawa Barat mempunyai
    diversitas yang luas berdasarkan 27 karakter morfologi yang diamati baik pada
    Rancangan Augmented maupun Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pada
    Rancangan Augmented 60 aksesi kerabat liar ubi jalar terbagi dalam empat klaster
    utama dengan jarak ketidakmiripan (Euclidean coefJisien) berkisar 0,100 - 13,830
    ; sedangkan pada RAK, 66 aksesi kerabat liar ubi jalar terbagi dalam lima klaster
    utama dengan jarak ketidakmiripan berkisar 2,437 - 13,506. Pengujian pada 10
    aksesi 1. trifida berumbi dengan menggunakan sembilan karakter morfologi
    kromosom terbagi dalam tiga klaster utama dengan jarak ketidakmiripan berkisar
    1,755 - 6,224. Sepuluh aksesi 1. trifida berumbi bersifat diploid dengan jumlah
    kromosom 30 (2n=2x=30) dan rumus kariotipe dalam spesies bervariasi.
    Persilangan interspesifik 1. batatas tetraploid (2n=4x=60) aksesi 206 (cv.
    Cilembu) dan aksesi 217 (Eks Jepang) dengan kerabat liar 1. trifida diploid
    (2n=2x=30) aksesi 99, menunjukkan tingkat keberhasilan yang rendah dengan
    persentase daya silang berturut-turut 6,67 % dan 9,76 % untuk kombinasi
    persilangan 206 x 99 dan 217 x 99; tingkat keguguran kapsul mencapai 93,33%
    dan 90,24%. Hasil analisis kromosom F I menunjukkan semua tanaman F I bersifat
    triploid denganjumlah kromosom 45 (2n=3x=45).
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi