<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14895">
 <titleInfo>
  <title>Diversitas genetik dan persilangan interspesifik ipomoea trifida (H.B.K) G. Don. asal Cipatat Jawa Barat sebagai 'wild progenitor' ipomoea batatas (L.) Lam</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Setiawati, Tia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvi,;164 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
&#13;
\ &#13;
&#13;
Tujuan dari penelitian ini adalah mendapat informasi mengenai diversitas genetik &#13;
&#13;
dan hubungan kekerabatan diantara aksesi-aksesi kerabat liar ubi jalar asal Citatah &#13;
Jawa Barat berdasarkan analisis terhadap karakter morfologi dan kajian &#13;
sitogenetik melalui penentuan tingkat ploidi dan pola kariotipe. Selain itu untuk &#13;
mendapatkan informasi mengenai tingkat keberhasilan persilangan antara ubi jalar &#13;
budidaya (Ipomoea batatas) tetraploid dengan kerabat liar ubi jalar (Ipomoea &#13;
trifida) diploid. Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah studi &#13;
diversitas genetik kerabat liar ubi jalar yang terdiri atas percobaan lapang untuk &#13;
mengevaluasi karakter morfologi dan percobaan laboratorium untuk analisis &#13;
sitogenetik. Percobaan lapang dilakukan di Kebun Percobaan Ciparanje &#13;
menggunakan Rancangan Augmented yang terdiri atas 54 aksesi kerabat liar ubi &#13;
jalar dan enam aksesi cek serta Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri &#13;
atas 66 aksesi kerabat liar ubi jalar diulang dengan dua kali pengulangan. Analisis &#13;
sitogenetik telah dilakukan di Laboratorium menggunakan Rancangan Acak &#13;
Lengkap (RAL) dengan tiga kali pengulangan. Tahap kedua adalah persilangan &#13;
interspesifik antara ubi jalar (1. batatas) tetraploid dengan kerabat liar ubi jalar &#13;
(1. trifida) diploid, dilakukan di Kebun Percobaan Ciparanje. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa kerabat liar ubi jalar asal Citatah Jawa Barat mempunyai &#13;
diversitas yang luas berdasarkan 27 karakter morfologi yang diamati baik pada &#13;
Rancangan Augmented maupun Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pada &#13;
Rancangan Augmented 60 aksesi kerabat liar ubi jalar terbagi dalam empat klaster &#13;
utama dengan jarak ketidakmiripan (Euclidean coefJisien) berkisar 0,100 - 13,830 &#13;
; sedangkan pada RAK, 66 aksesi kerabat liar ubi jalar terbagi dalam lima klaster &#13;
utama dengan jarak ketidakmiripan berkisar 2,437 - 13,506. Pengujian pada 10 &#13;
aksesi 1. trifida berumbi dengan menggunakan sembilan karakter morfologi &#13;
kromosom terbagi dalam tiga klaster utama dengan jarak ketidakmiripan berkisar &#13;
1,755 - 6,224. Sepuluh aksesi 1. trifida berumbi bersifat diploid dengan jumlah &#13;
kromosom 30 (2n=2x=30) dan rumus kariotipe dalam spesies bervariasi. &#13;
Persilangan interspesifik 1. batatas tetraploid (2n=4x=60) aksesi 206 (cv. &#13;
Cilembu) dan aksesi 217 (Eks Jepang) dengan kerabat liar 1. trifida diploid &#13;
(2n=2x=30) aksesi 99, menunjukkan tingkat keberhasilan yang rendah dengan &#13;
persentase daya silang berturut-turut 6,67 % dan 9,76 % untuk kombinasi &#13;
persilangan 206 x 99 dan 217 x 99; tingkat keguguran kapsul mencapai 93,33% &#13;
dan 90,24%. Hasil analisis kromosom F I menunjukkan semua tanaman F I bersifat &#13;
triploid denganjumlah kromosom 45 (2n=3x=45).</note>
 <note type="statement of responsibility">Setiawati, Tia</note>
 <subject authority="">
  <topic>Diversitas genetik, Ipomoea trifida, persilangan i</topic>
 </subject>
 <classification>572</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>572 Set D/R.14.48</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001130100026</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.14.48)</sublocation>
    <shelfLocator>572 Set D/R.14.48</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14895</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:25:18</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-18 14:26:56</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>