Detail Cantuman

Image of pembuatan biodiesel dan bioetanol dari mikroalga (chlorella sp dan nannochloropsis sp) dengan oksidasi ozon dan ultrasonik

 

pembuatan biodiesel dan bioetanol dari mikroalga (chlorella sp dan nannochloropsis sp) dengan oksidasi ozon dan ultrasonik


Abstrak

Berbagai riset telah dilakukan untuk dapat memanfaatkan mikroalga
sebagai sumber biofuel akan tetapi mikroalga untuk ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120100293572 Put p/R.14.47Perpustakaan Pusat (REF.14.47)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    572 Put p/R.14.47
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii,;130 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    572 Put p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Abstrak

    Berbagai riset telah dilakukan untuk dapat memanfaatkan mikroalga
    sebagai sumber biofuel akan tetapi mikroalga untuk biofuel ini biasanya terfokus
    pada salah satu produksi baik biodiesel maupun bioetanol seeara terpisah.
    Mikroalga memiliki kandungan lemak dan karbohidrat yang tidak berbeda jauh
    antara 10-68%. Selama ini berbagai riset pembuatan biodiesel maupun bioetanol
    dilakukan seeara terpisah. Lemak ditransesterifikasi menjadi biodiesel,
    karbohidratnya tidak digunakan, demikian pula sebaliknya padahal masih
    memungkinkan untuk digunakan. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan
    biodiesel dan bioetanol dari mikroalga seeara simultan dengan bantuan ultrasonik.
    Metode yang digunakan dalam pembuatan biodiesel yakni perlakuan ultrasonik
    dua tahap 30 dan 60 menit dan ozonisasi tiga tahap yakni 30, 45 dan 60 menit
    dengan proses degguming. Esterifikasi dan transesterifikasi dengan ozonisasi tiga
    tahap 30, 45 dan 60 menit dan ultrasonik dua tahap 30 dan 60 menit, selanjutnya
    karakterisasi biodiesel meliputi penentuan bilangan asam, bilangan penyabunan,
    viskositas, densitas, indeks setana, titik nyala, dan GC-MS.· HasiI penelitian
    menunjukkan adanya pengaruh ultrasonik dan ozon terhadap bilangan asam dan
    bilangan pcnyabunan pada ultrasonik 60 dan ozon 30 menit (030U60) masing­
    masing pada Chlorella sp dan Nannochloropsis sp masing-rnasing adalah 0,867
    dari 6 mg KOHlmL dan 0,933 dari 5,7 mgKOHlmL untuk bilangan asam,
    sedangkan bilangan penyabunan 178,33 dari 238,67 mgKOHlmL dan dari 177,67
    dari 231. mgKOHlmL, dan titik nyala 200 menjadi 215°C dan 204 menjadi 223°C
    nilai viskositas dan densitas kedua rnikroalga ini dengan dan tanpa ultrasonik
    maupun ozon tidak memberikan pengaruh yang nyata dimana nilai viskositas dan
    densitasnya sama berkisar antara 2,5-4,6 eSt dan 0,8-0,9 kg/m" masing-masing
    untuk Chlorella sp dan Nannohcloropsis sp. Bahan baku pcmbuatan bioetanoI
    berasal dari limbah mikroalga yang sudah diekstrak minyaknya (bioethanol from
    de-oiled microalgae) dengan mengkonversi karbohidrat menjadi glukosa dengan
    bantuan gelombang ultrasonik selama 60 menit yang terbaik dan difermentasi
    menghasilkan alkohol. Selanjutnya destilasiJpemurnian etanol dan kadar etanoI
    yang ditentukan dengan menggunakan massa jenis yakni 29,7% etanol untuk
    Chlorella sp dan 12,12% untuk Nannochloropsis sp sedangkan dengan GC
    diperoleh kadar etanol sebesar 50,80% untuk Chlorella sp dan 33.6% untuk
    Nannochloropsis sp dari total gula 23,80 mg/mL dan 22,56 mg/mL. Mikroalga
    merniliki potensi sebagai sumber biofuel.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi