<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14879">
 <titleInfo>
  <title>Etiopatogenesis Pterigium Inflamasi ditinjau dari Kadar Sitokin TNF-?  dan IL-4 Air Mata serta Imunoekspresi MMP-1, Vegf-A dan Limfosit T CD4 Jaringan Pterigium</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suharianti Soediro</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pendidikan Dokter Spesialis</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvii,;121 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Pterigium adalah pertumbuhan jaringan fibrovaskular subepitel konjungtiva bulbi berbentuk segitiga yang menjalar ke kornea melewati limbus.&#13;
Banyaknya tumbuh ulang pascabedah pterigium inflamasi menarik minat peneliti untuk mengkaji mekanisme imunopatologi yang berperan pada patogenesis pterigium. Etiopatogenesis pterigium ditinjau dari kadar sitokin TNF-a dan IL-4 air mata serta imunoekspresi MMP-1, VEGF-A, dan limfosit T CD-4 jaringan pterigium, diteliti menggunakan observational prospective comparative study dengan rancangan cross sectional. Penelitian berlangsung 7 bulan sejak Oktober 2009 sampai dengan April 2010 di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Didapatkan 58 pasien pterigium inflamasi dan 42 pasien pterigium noninflamasi berdasarkan urutan kedatangan pasien (consecutive sampling from admission) yang memenuhi kriteria penelitian. Dilakukan pemeriksaan kadar sitokin TNF-a dan IL-4 air mata serta imunoekspresi MMP-1, VEGF-A, dan limfosit T CD4 jaringan pterigium. Analisis statistik menggunakan uji t, uji Mann-Whitney, uji Shaphiro Wilks dan korelasi point biserial.&#13;
Didapatkan peningkatan kadar sitokin IL-4 pada pterigium inflamasi&#13;
menunjukkan adanya reaksi hipersensitivitas tipe I. Imunoekspresi MMP-1, VEGF-A, dan limfosit T CD4 antara kedua kelompok berbeda bermakna. Terdapat hubungan MMP-1 dan VEGF-A dengan kejadian tumbuh ulang pada pterigium inflamasi. Pada VEGF-A gradasi kuat, risiko terjadinya tumbuh ulang pascabedah pada pterigium inflamasi sebesar 6.67 kali dibandingkan dengan VEGF-A negatif, sedangkan MMP-1 positif pada pterigium inflamasi risiko terjadinya tumbuh ulang pascabedah adalah 3.96 kali dibandingkan dengan&#13;
MMP-1 negatif.	Peningkatan limfosit CD4 pada pterigium inflamasi&#13;
menunjukkan adanya peran reaksi hipersensitivitas tipe IV. Terdapat korelasi antara kadar IL-4 dan imunoekspresi T CD4 pada kasus pterigium inflamasi.&#13;
Sebagai simpulan pada penelitian ini adalah terdapat reaksi hipersensitif tipe I dan tipe IV pada pterigium inflamasi serta adanya hubungan imunoekspresi MMP-1 dan VEGF-A dengan kejadian tumbuh ulang pada pterigium inflamasi. Kata kunci: pterigium inflamasi, tumbuh ulang, IL-4, TNF-a, MMP-1, VEGF-A,&#13;
limfosit T CD4&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Suharianti Soediro</note>
 <subject authority="">
  <topic>: pterigium inflamasi, tumbuh ulang, IL-4, TNF-a, </topic>
 </subject>
 <classification>617.7</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>617.7 Sud S/R.13.102</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100100173</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.13.102)</sublocation>
    <shelfLocator>617.7 Sud S/R.13.102</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14879</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:20:28</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-12 08:51:32</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>