Detail Cantuman

Image of Interaksi Ekspresi mRNA Matriks Metaloproteinase-9, mRNA Kaspase-3, Kadar Prostaglandin E2 Dan Oksitosin Dengan Proses Persalinan Model Marmot (Cavia Porcellus) Bunting Cukup Bulan Dan Kurang Bulan Dengan Dan Tanpa Amniotomi

 

Interaksi Ekspresi mRNA Matriks Metaloproteinase-9, mRNA Kaspase-3, Kadar Prostaglandin E2 Dan Oksitosin Dengan Proses Persalinan Model Marmot (Cavia Porcellus) Bunting Cukup Bulan Dan Kurang Bulan Dengan Dan Tanpa Amniotomi


Ketuban pecah dini pada kehamilan prematur merupakan penyebab penting kematian neonatal. Faktor-'faktor yang berpengaruh pada proses pecah ketuban ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130100137610 Sab I/R.13.37Perpustakaan Pusat (REF.13.38)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610 Sab i/R.13.38
    Penerbit Program Pascasarjana Ilmu Kedokteran UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii,;168 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Ketuban pecah dini pada kehamilan prematur merupakan penyebab penting kematian neonatal. Faktor-'faktor yang berpengaruh pada proses pecah ketuban yakni aktivitas matriks metaloproteinase (MMP-9), prostaglandin (PG), oksitosin (OT), serta apoptosis (kaspase-3). Pada beberapa kasus, ketuban pecah dini tidak selalu diikuti kontraksi rahim. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan ekspresi mRNA MMP-9 dengan mRNA Kaspase-3, perbedaan kadar OT dan PGE-2 serta korelasi antara ekspresi mRNA MMP-9 dan mRNA Kaspase-3 dengan kadar OT dan PGE-2 pada hewan model marmot. Penggunaan hewan model dilakukan karena pemeriksaan mRNA MMP-9 dan Kaspase-3 dari membran desidua tidak dimungkinkan dilakukan pada ibu hamil prematur.
    Penelitian dilakukan bulan September—Desember 2011, di Laboratorium Reproduksi Ternak Fakultas Peternakan dan Laboratorium Genetik Molekular Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran serta Laboratorium Klinik Utama Prodia. Sebanyak 24 ekor hewan model marmot bunting dipergunakan dalam penelitian cross sectional dan dibagi menjadi 5 kelompok (kelompok marmot bunting kurang bulan, marmot bunting kurang bulan yang diamniotomi dengan dan tanpa kontraksi dan marmot bunting cukup bulan dengan dan tanpa kontraksi). Sampel penelitian berupa jaringan membran desidua untuk pemeriksaan ekspresi mRNA MMP-9 dan Kaspase-3 yang diperiksa dengan metode qRT-PCR serta serum darah untuk pemeriksaan kadar PGE-2 dan OT yang diperiksa dengan metode ELISA.
    Dari penelitian ini didapatkan basil terdapat perbedaan bermakna (p
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi