Ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor-A Dan Kepadatan Pembuluh Darah Pasca Gap Arthroplasty Menggunakan Fasia Dan Miofasia Sebagai Interposititon Material Pada Doba (Ovis Aries) Dengan Ankilosis Sendi Temporomandibular Sebagai Model Untuk Manusia
ABSTRAK
Ankilosis sendi temporomandibular merupakan penyatuan ruang sendi oleh suatu massa jaringan lunak atau massa jaringan tulang. Gap ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140700277 610 Kas E/R 13.20 Perpustakaan Pusat (Ref 13.20) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 610 Kas E/R 13.20Penerbit Program Pascasarjana Ilmu Kedokteran UNPAD : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik xvii,;117hlm,;29cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 610Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Kasim, Alwin -
ABSTRAK
Ankilosis sendi temporomandibular merupakan penyatuan ruang sendi oleh suatu massa jaringan lunak atau massa jaringan tulang. Gap arthroplasty merupakan salah satu eara yang banyak dipilih untuk perawatan ankilosis sendi temporomandibular. Gap arthroplasty saja tidak cukup untuk mengurangi risiko terjadinya reankilosis pasca perawatan sehingga rnemerlukan interposition material yang disisipkan diantara daerah gap arthroplasty. Terdapat beberapa bahan yang digunakan sebagai Interposition material, antara lain yang berasal dari jaringan fasia dan jaringan miofasia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemasangan Interposition material berupa jaringan fasia dan jaringan miofasia terhadap lebar pembukaan mulut, ekspresi VEGF-A dan kepadatan pembuluh darah pasca Gap arthroplasty pada domba (Ovis arias} sebagai hewan coba.
Dua belas ekor domba digunakan pada penelitian ini, terhadap seluruh hewan coba dilakukan tindakan untuk membuat ankilosis pada sendi temporomandibular sebelah kanan (Tahap I). Setelah 6 minggu hewan coba dibagi ke dalam 3 Kelompok yaitu: Kelompok 1 merupakan hewan coba yang mendapatkan perawatan ankilosis berupa gap arthroplasty tanpa interposition material; Kelompok II, gap arthroplasty dengan pemasangan interposition material berupa fasia; dan Kelompok HI mendapat perawatan dengan gap arthroplasty dengan interposition material berupa miofasia (Tahap 11). Enam minggu kemudian (Tahap III) sebagai akhir penelitian terhadap hewan dilakukan nekropsi, jaringan tulang yang berasal dari prosesus kondiloideus mandibula diambil sebagai bahan pemeriksaan dan dilakukan pemeriksaan dengan pewarnaan Hetnatoksillin-Eosin untuk pemeriksaan kepadatan pembuluh darah dan pulasan Immunohistokimia untuk pemeriksaan ekspresi VEGF-A yang kemudian akan diuji menggunakan statistik ANOVA yang akan dilanjutkan dengan uji Tukey HSD dan uji Kruskal-Wallis. Kemaknaan hasil uji akan ditentukan berdasarkan nilai p < 0,05. Lebar pembukaan mulut diukur pada pra bedah Tahap I, Tahap H dan Tahap
Hasa penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pembukaan mulut antara Kelompok I dengan Kelompok H, dan Kelompok III dengan nilai p < 0,05, sedangkan untuk ekspresi VEGF-A tidak terdapat perbedaan antar kelompok dengan nilai p > 0,05. Hasil perhitungan jumlah pembuluh darah didapatkan bahwa Kelompok I berbeda dengan Kelompok III dengan nilai p < 0,05.
Sebagai simpulan, pemakatan interposition material berupa fasia dan miofasia memberikan hasil yang lebih balk dalam hal fungsi sendi temporomandibular dan interpositional material berupa miofasia dapat mengurangi kepadatan pembuluh darah pada perawatan ankilosis sendi temporomandibular
Kata kunci : Ankilosis, Gap arthroplasty, Interposition material, Ekspresi VEGF¬A, Kepadatan pembuluh darah
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






