Detail Cantuman

Image of Peran Imunoekspresi Cylclin D1, D3 , Retinoblastoma (RB) Mutan dan Faktor Resiko Klinis Mola Hidatisoda Komplet Sebagai Faktor Risiko Mola Persisten

 

Peran Imunoekspresi Cylclin D1, D3 , Retinoblastoma (RB) Mutan dan Faktor Resiko Klinis Mola Hidatisoda Komplet Sebagai Faktor Risiko Mola Persisten


ABSTRAK
Perubahan mola hidatidosa komplit (MHK) menjadi mola persisten sulit ditangani karena patogenesis kejadian keganasan pascamola (TTG) ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150100009610 Hid P/ R.13 16Perpustakaan Pusat (Ref 13.16)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610 Hid P/ R.13 16
    Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxii.;186hlm.;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Perubahan mola hidatidosa komplit (MHK) menjadi mola persisten sulit ditangani karena patogenesis kejadian keganasan pascamola (TTG) yang
    didahului dengan mola persisten belum jelas. Pertumbuhan sel yang abnormal pada MHK diduga karena terdapat kelainan komponen siklus sel. Komponen yang
    berperan pada fase tersebut antara lain cyclin D dan retinoblastoma (Rb). Cyclin
    D1 diketahui berperan sebagai protein yang bertanggungjawab pada proses proliferasi, cyclin D3 pada proses diferensiasi sel, serta retinoblastoma (Rb)
    sebagai protein gen penekan tumor. Gangguan ekspresiiregulasi dari beberapa
    komponen siklus sel tersebut terbukti dapat memengaruhi keganasan atau tingkat proliferasi pada beberapa tine kanker. Berdasarkan hal tersebut, cyclin D1, cyclin
    D3 dan retinoblastoma (Rb) diduga ikut terlibat dalam proses terjadinya mola persisten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan faktor risiko klinis dan ekspresi cyclin Dl, cyclin D3, dan retinoblastoma (Rb) pada terjadinya mob persisten.
    Penelitian ini menggunakan metoda retrospective cohort dengan jumlah swivel 68 kasus MHK yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung
    sejak tahun 2007-2011. Pemeriksaan ekspresi protein cyclin D1, D3, dan protein retinoblastoma (Rb) dilakukan dengan metoda imunohistokimia. Hasil penelitian dianalisis dengan membandingkan secara statistik antara dua kelompok MHK yang menjadi mola persisten dan yang kembali menjadi normal berdasarkan penilaian kurva regresi Mochizuki.
    Hasil penelitian menunjukkan jumlah kasus MHK yang menjadi mola persisten adalah 20 kasus (29%) dan kasus MHK yang kembali menjadi normal adalah 48
    kasus (71%). Variabel klinis yang bermakna adalah usia (p=0,05), gambaran histopatologi (p=0,00) dan phCG (p,=0,01). Hasil imunoekspresi cyclin D1 (1,42), cyclin D3 (1,41) dan retinoblastoma mutan (1,77) pada MHK yang menjadi mola persisten lebih tinggi dibandingkan dengan MIlK yang kembali normal. Hasil perhitungan statistik didapatkan adanya perbcdaan imunoekspresi yang bermakna pada cyclin D1 (p100.000 mulmL, imunoekspresi cyclin DI dan imunoekspresi retinoblastoma (pRb) mutan dengan kejadian mola persisten pascaevakuasi mola hidatidosa komplet. Pada penelitian in: juga dapat dirancang aplikasi mode] prediksi risiko terjadinya mola persisten dengan cut-off point 2.384 yang dapat dipakai sebagai acuan pada penderita MHK.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi