<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14847">
 <titleInfo>
  <title>Korelasi antara ekspresi aromatase, follicle stimulating hormone (FSH), dan insulin-like growth factor (IGF)-I dengan maturitas oosit pada pelayanan teknologi reproduksi berbantu (TBR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Guyansyah, Assangga</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xxii,;178hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Karakteristik biokimia cairan folikel disekitar oosit memainkan peran penting dalam menentukan kualitas oosit yang pada akhimya dapat meningkatkan keberhasilan program TRB. Secara umum mekanisme maturitas oosit yang dipengaruhi oleh unsur kimia cairan folikel melibatkan IGF-1 yang bekerj a dengan melipatgandakan efek FSHR, lalu menginduksi peningkatan kadar cAMP intraseluler yang merupakan mediasi utama stimulasi FSH pada ekspresi aromatase.&#13;
Penelitian ini merupakan studi analitik korelasional dengan pendekatan crossectional pada pasien yang mengikuti program TRB di Klinik Aster Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung dalam kurun waktu Januari 2011 sampai dengan Februari 2012. Analisis hasil dilakukan menggunakan uji Shapiro Wilk, uji Wilcoxon, uji Mann-Whitney, uji ANAVA, rank Spearman, dan uji chi¬kuadrat. Kemaknaan hasil uji akan ditentukan berdasarkan nilai p &lt; 0,05.&#13;
Pada penelitian ini didapatkan perbandingan jurnlah oosit matur dan imatur pada ekspresi FSH kuat menunjukkan ada perbedaan yang bermakna (p=0,03). Analisis hubungan antara ekspresi IGF-I dengan maturitas oosit menunjukkan hasil yang tidak bermakna secara• statistik (p=0,192). Didapatkan pula median proporsi prevalensi maturitas sebesar 0,71. Maturitas oosit dengan median rasio prevalensi &gt; 0,71 pada ekspresi FSH kuat besarnya 1,71 kali bila dibandingkan dengan ekspresi FSH negatif. Pada ekspresi aromatase sedang dengan median rasio prevalensi maturitas &gt; 0,71 sebesar 1,55 kali bila dibandingkan dengan ekspresi aromatase yang negatif.&#13;
Disimpulkan bahwa semakin tinggi ekspresi aromatase, maka semakin tinggi pula ekspresi IGF-I, dan FSH cairan folikel.&#13;
Kata Kunci: ekspresi aromatase, IGF-I, FSH, dan maturitas oosit&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Guyansyah, Assangga</note>
 <subject authority="">
  <topic>TRB</topic>
 </subject>
 <classification>610</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>610 Guy K / R.13.13</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120100056</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Ref.13.13)</sublocation>
    <shelfLocator>610 Guy K / R.13.13</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14847</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:20:27</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-05-10 09:36:46</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>