Kedudukan dan peran sosial guru ( kajian sosilogis terhadap pandangan masyarakat Sumedang)
Masyarakat Surnedang merupakan salah satu unsur masyarakat Sunda
yang masih memiliki identitas kultural, karena tinggal pada bekas kerajaan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001100100010 371.159 823 22 Mah k/R.17.517 Perpustakaan Pusat (REF.17.517) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 371.159 823 22 Mah k/R.17.517Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2010 Deskripsi Fisik viii,;313 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 371.159 823 22 Mah kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Mahmud -
Masyarakat Surnedang merupakan salah satu unsur masyarakat Sunda
yang masih memiliki identitas kultural, karena tinggal pada bekas kerajaan yang
relatif mapan seperti Mataram. Secara kultural, posisi sosial guru setara dengan
posisi raja dan orangtua, sehingga memeroleh privilese yang tinggi dan dipandang
menimbulkan peran sosial yang diharapkan.
Kerangka yang digunakan dalam memahami pandangan masyarakat
tersebut didasarkan pada asurnsi bahwa masyarakat Sumedang memiliki dimensi
teologis (theological dimension), dimensi antropologis (anthropological
dimension), dan dimensi sosiologis (sociological dimension). Pendekatan yang
digunakan dalam menfsirkan hasil penelitian menekankan pada pendekatan
teologi, antropologi sosial, dan psikologi sosial. Pendekatan ini terkait dengan
variasi paradigma sosiologi dalam menjelaskan gejala sosial, yaitu paradigma
fakta sosial, definisi sosial, dan interaksi sosial.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif (qualitative
method). Data dikurnpulkan dengan menggunakan teknik pengamatan dan
wawancara serta studi dokurnentasi. Penelitian ini melibatkan sejumlah informan
kunci yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Sumedang.
Penelitian ini menemukan bahwa posisi guru dihubungkan dengan
prasyarat kharismatik, tradisional, dan legal/formal yang dimiliki guru. Secara
struktural, po si si dan peran sosial mengalami perubahan sesuai dengan perubahan
landasan yang melegitimasi posisi guru, yaitu dari status dan peran yang berbasis
kharisma dan tradisi menuju status dan peran guru yang berbasis legal/formal.
Namun, perubahan sosial tidak serta-merta diimbangi dengan perubahan kultural.
Akibatnya sering terjadi konflik peran (role conflict) guru dalam interaksi sosial,
yaitu antara tuntutan profesionalisme sebagaimana didefinisikan oleh guru dengan
tuntutan sosial sebagaimana ditentukan dalam tata nilai masyarakat.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






