Pengaruh pendidikan formal, pelatihan dan pengembangan karier terhadap kinerja pegawai perempuan
Peluang pegawai perempuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih
tinggi sering terhambat oleh masalah internal organisasi maupun ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001100100219 370.11 Far p/R.17.515 Perpustakaan Pusat (REF.17.515) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 370.11 Far p/R.17.515Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2010 Deskripsi Fisik xi,;221 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 370.11 Far pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Farida, Ida -
Peluang pegawai perempuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih
tinggi sering terhambat oleh masalah internal organisasi maupun masalah
keluarga, demikian pula kesempatan untuk mengikuti pelatihan. Selain itu,
pengembangan karir bagi pegawai perempuan juga dirasakan tidak begitu mulus
dibandingkan dengan laki-laki. Dalam hal ini, kinerja pegawai perempuan dapat
berjalan secara lebih baik dengan pendidikan formal, pelatihan, dan
pengembangan karir pegawai perempuan yang seimbang".
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah survei
eksplanatori. Penggunaan metode ini karena peneliti tidak hanya menggambarkan
fakta-fakta empiris yang ditemui di lapangan, tetapi juga menganalisis dan
menjelaskan pengaruh antar variabel, yang meliputi analisis pengaruh pendidikan
formal, pelatihan dan pengembangan karier terhadap kinerja pegawai perempuan,
melalui pengujian hipotesis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Pendidikan
Formal, Pelatihan dan Pengembangan Karier Pegawai terhadap Kinerja Pegawai
Perempuan. Pengaruh terbesar dari variabel tersebut adalah variabel pendidikan
formal, sedangkan pengaruh terkecil adalah pengembangan karier. Berdasarkan
hasil penelitian, dapat dikemukakan temuan dari penelitian ini bahwa yang paling
mempengaruhi pegawai perempuan di lingkungan Pemerintahan Bandar Lampung
itu berkaitan dengan faktor pendidikan formal, yaitu kepedulian pegawai untuk
meningkatkan pendidikan formal dengan mengikuti pendidikan formal secara
berjenjang dan berkesinambungan, sehingga tercipta keseimbangan peluang
antara pegawai laki:-laki dan perempuan. Pada kenyataannya, pegawai perempuan
memiliki profesionalisme yang sama dengan laki-laki, walaupun dalam taraf
tertentu pegawai perempuan lebih mudah mendapat hambatan yang sifatnya
pribadi.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






