<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14831">
 <titleInfo>
  <title>Implementasi pemahaman tentang riba pada masyarakat buruh tani Kasus desa pakubeureum Majalengka</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syamsuddin, M. Ali</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xx,;364 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>MasaIah sentraI peneIitian ini adaIah mengapa niIai-niIai AI-Qur'an tidak &#13;
menjadi rujukan bagi masyarakat buruh tani di pedesaan dalam berperiIaku sehari­ &#13;
hari dengan sistem sosiaI budaya pedesaan yang mayoritas penduduknya &#13;
beragama Islam dan sebagai warga negara yang berfilsafat hidup Pancasila, &#13;
dengan menempatkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama yang &#13;
&#13;
. mendasari sila-sila lainnya. &#13;
&#13;
Iidentifikasi masalahnya adaIah: (1) Mengapa masyarakat buruh tani &#13;
terjerumus ke dalam perbuatan riba yang dilarang agama yang dianutnya di lihat &#13;
dari pengetahuan dan pemahaman al-Qur'an tentang riba? (2) Bagaimana &#13;
sosialisasi hukum riba yang berlangsung di masyarakat pedesaan khususnya Desa &#13;
Pakubeureum dalam membentuk sikap terhadap riba dalam konteks interaksi &#13;
sosial ekonomi sehari-hari? (3) Pola perilaku riba yang bagaimana yang &#13;
dilaksanakan buruh tani Desa Pakubeureum? (4) Bagaimana -upaya pemerintah &#13;
desa dan pemuka agama Islam dalam mengantisipasi berkembangnya pelaku riba &#13;
di desanya? &#13;
&#13;
Penelitian ini merupakan studi kasus dengan metode atau pendekatan &#13;
kualitatif. Pendekatan ini lebih dikenal dengan pendekatan induktif. Melalui &#13;
penelitian ini ditemukan seluruhnya rentenir (orang yang meminjamkan uang) &#13;
yang kemudian disebut YM (yang meminjamkan) dan korbannya yakni buruh tani &#13;
(orang yang meminjam) mengetahui bahwa riba dilarang bagi manusia. Mereka &#13;
juga memaharni dengan riba secara ekonomis hidupnya semakin berat. &#13;
Pengetahuan tersebut diperkuat dan dibenarkan oleh pemuka masyarakat, Pamong &#13;
Desa, dan pemuka agama, juga oleh buruh tani lainnya. Mereka tidak memiliki &#13;
daya tahan berdasarkan pengetahuan dan pemahamannya, meskipun bersikap &#13;
negatif terhadap riba, namun mereka melakukan riba dengan alasan terdesak oleh &#13;
kebutuhan dan bersifat insidental. Terdapat buruh tani yang tidak terjerumus &#13;
kepada riba dengan alasan dilarang oleh Allah dan takiit tidak dapat membayar. &#13;
Buruh tani kelompok ini jumlahnya tidak banyak, hanya aberkisar 20 % saja. YM &#13;
dan Buruh tani terjerumus kepada riba karena informasi tentang riba tidak lengkap &#13;
atau rnendalam, sebagai akibat dari kurangnya sosialisasi baik dari pemuka agama &#13;
maupun penbinaan dari pemerintah desa. Buruh tani memandang 10 jenis &#13;
kebutuhan mendesak telah membentuk pola perilaku riba mereka. Dari kesepuluh &#13;
kebutuhan mendesak itu dapat dikelompokkan kedalam lima kategori berdasarkan &#13;
urutan sebagai berikut : (1) Urutan pertama yang paling sering menjadi pola &#13;
perilaku riba adalah kebutuhan makan atau mencari makan; (2) Urutan kedua &#13;
yang paling sering menjadi pola perilaku riba adalah biaya anak sekolah, bayar &#13;
&#13;
-Hstrik, bayar utang, dan berobat; (3) Urutan ketiga yang paling sering menjadi &#13;
pola perilaku riba adalah membeli pakaian; (4) Urutan keempat yang paling sering &#13;
menjadi pola perilaku riba adalah membeli alat-alat rumah tangga; (5) Urutan &#13;
kelima yang paling sering menjadi pola perilaku riba adalah jajan anak, bekal &#13;
rekreasi, clan iindangan.</note>
 <note type="statement of responsibility">Syamsuddin, M. Ali</note>
 <subject authority="">
  <topic>-Hstrik, bayar utang, dan berobat; (3) Urutan keti</topic>
 </subject>
 <classification>297.273 598 Sya I</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>297.273 598 Sya I/R.17.514</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001090100004</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.514)</sublocation>
    <shelfLocator>297.273 598 Sya I/R.17.514</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14831</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:37</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-25 13:57:21</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>