<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14830">
 <titleInfo>
  <title>Kehumasan Politik Komisi Pemilihan Umum pada Pemilu Legislatif 2009 (Studi Kasus pada KPU di Wilayah Jawa Barat</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Evie Ariadne Shinta Dewi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xxii,;443 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian dengan judul KEHUMASAN POLITIK KOMISI PEMILIHAN &#13;
UMUM PADA PEMILU LEGISLATIF 2009, Studi Kasus pada KPU di wilayah Jawa &#13;
Barat ini dilatarbelakangi oleh beberapa keunikan yang ada pada Pemilu Legislatif 2009 &#13;
dan juga keunikan pada lembaga KPD. Keunikan tersebut antara lain terletak pad a sistem &#13;
pemilu yang mengalami beberapa perbedaan substansial pada Pileg 2009 seperti penerapan &#13;
sistem suara terbanyak, perubahan tata cara menandai dari coblos ke contreng serta sangat &#13;
banyaknya jumlah peserta pemilu (38 Parpol dan ribuan Caleg). di sisi lain, terdapat &#13;
kekhasan organisasi KPU sendiri yang terdiri atas dua ranah yakni ranah komisioner (yang &#13;
dipilih melalui seleksi dari masyarakat) sebagai konseptor dan pengambil kebijakan serta &#13;
ranah sekretariat yang merupakan PNS (yang , diperbantukari oleh pemerintah daerah) &#13;
sebagai eksekutor teknis operasional pemilu. Kondisi ini membuat KPU dituntut untuk &#13;
mampu mengelola penyampaian pesan-pesan pemilu yang begitu banyak dan dibatasi oleh &#13;
waktu tahapan yang ketat kepada beragam publiknya. Demokrasi sendiri memiliki tujuan &#13;
yang selaras dengan tujuan humas, yakni membangun saling penegrtian melalui komunikasi &#13;
dua arah secara timbal balik. Maka mengkaji lebih dalam tentang kehumasan politik sebagai &#13;
strategi komunikasi politik yang digunakan KPU dalam menyampaikan pesan-pesan &#13;
politiknya pada Pi leg 2009, menjadi sebuah keniscayaan. &#13;
&#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemaknaan anggota KPU atas &#13;
konsep pemilu legislatif 2009, untuk mengetahui motif yang mendorong perumusan &#13;
kehumasan politik sebagai strategi komunikasi politik KPU di wilayah Jawa Barat pada &#13;
Pi leg 2009, untuk mengetahui penerapan strategi serta untuk mengetahui efektifitas &#13;
penerapan strategi komunikasi politik tersebut. &#13;
&#13;
Menggunakan paradigma kualitatif dan strategi riset Studi Kasus, peneliti &#13;
menetapkan subjek penelitian sebanyak 12 orang anggota KPU di wilayah Jawa Barat yang &#13;
ditentukan secara purposive. Teknik pengumpulan data terutama dilakukan dengan cara &#13;
wawancara mendalam, observasi partisipan dan studi dokumentasi. &#13;
&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KPU di wilayah Jawa Barat menggunakan &#13;
konteks komunikasi organisasi dan komunikasi antar persona dalam melaksanakan &#13;
komunikasi politik pada pemilu legislatif 2009. Penerapan strategi ini didasarkan pada &#13;
konstruksi makna konsep pemilu legislatif 2009 secara berbeda sesuai dengan pengalaman &#13;
dan pandangan subjektif masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima &#13;
kategori makna ten tang konsep pemilu legislatif yaitu makna integritas penyelenggara, &#13;
makna azas pemilu, makna teknis pemilu, makna sistem pemilu dan makna instrument &#13;
politik &amp; nilai demokrasi. Konstruksi makna ini melahirkan motif yang mendorong anggota &#13;
KPU di wilayah Jawa Barat dalam merumuskan strategi komunikasi politik tertentu selama &#13;
pemilu legislatif berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga motif yang muncul &#13;
yaitu motif yang berorientasi ke masa depan, yaitu motif agar pemilih cerdas politik &#13;
sehingga mau menggunakan hak pilihnya dan angka partisipasi pemilih meningkat serta &#13;
pemilu berlangsung dengan kondusif, aman dan lancar. Motif lainnya adalah motif yang &#13;
berorientasi pada pengalarnan masa lalu sehingga diarahkan pada terbangunnya &#13;
kesepahaman bersama antara KPU dengan publiknya. Selain itu KPU di wilayah Jawa Barat &#13;
juga menerapkan beragam konteks komunikasi sebagai strategi kehumasan politik yaitu &#13;
konteks komunikasi massa, komunikasi publik, komunikasi kelompok kecil dan komunikasi &#13;
antar persona. KPU juga menerapkan konteks komunikasi ini dalarn beberapa model &#13;
komunikasi public relations yaitu model komunikasi satu arah public information, dan &#13;
model dua arah two-way asymmetrical serta two-way symmetrical. &#13;
&#13;
Disarankan agar KPU pada pemilu yang akan datang dapat mengoptimalkan &#13;
penggunaan kehumasan politik sebagai strategi komunikasi politik dengan mengembangkan &#13;
model komunikasi politik dua arah secara simetris. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Evie Ariadne Shinta Dewi</note>
 <subject authority="">
  <topic>Kehumasan Politik, Strategi, Komunikasi Politik, K</topic>
 </subject>
 <classification>659.28 Dew K</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>659.28 Dew K/R.17.513</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001110100121</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.513)</sublocation>
    <shelfLocator>659.28 Dew K/R.17.513</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14830</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:37</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-25 14:00:54</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>