Dinamik dan kompleksitas diseminasi informasi publik (Studi Fenomenologi Mengungkap Dinamika dan Kompleksitas Diseminasi Informasi Publik dari Pusat ke Daerah Menurut Pelaku Kegiatan Pada Instansi Penerangan dan Komunikasi dan Informatika)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Dinamika dan Kompleksitas Diseminasi
Informasi Publik dari Pusat ke Daerah pada Era Orde Baru dan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001130100065 659.2 Man d/R17.511 Perpustakaan Pusat (REF.17.511) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 659.2 Man d/R17.511Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2013 Deskripsi Fisik xv,;421 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 659.2 Man dTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Manihuruk, Amin Saragih -
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Dinamika dan Kompleksitas Diseminasi
Informasi Publik dari Pusat ke Daerah pada Era Orde Baru dan Reformasi dengan
menggunakan Metoda Fenomenologi dan paradigma konstruktivisme. Sembilan nara
sumber dipilih berdasarkan posisi mereka sebagai pejabat pengambil keputusan dalam
kegiatan Operasional Penerangan (Departemen Penerangan RI) dan Diseminasi Informasi
Publik dari Pusat ke Daerah (Kementerian Komunikasi dan Informatika RI). Data dan
informasi utama dari nara sumber diperoleh melalui wawancara mendalam, sedangkan data
dan informasi pendukung dari berbagai dokumen dan referensi terkait.
ABSTRAK
DINAMlKA DAN KOMPLEKSITAS DISEMINASI INFORMASI PUBLIK
Studi Fenomenologi Mengungkap Dinamika dan Kompleksitas Diseminasi Informasi
Publik dari Pusat ke Daerah pad a Era Orde Baru dan Reformasi
Menurut Pelaku Kegiatan di Departemen Penerangan RI dan
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI
Hasil penelitian menunjukkan bahwa diseminasi informasi publik pada era Orde
Baru dan Reformasi mempunyai dinamika dan kompleksitas yang berbeda. Perbedaan itu
sangat diwarnai oleh sistem pemerintah yang berbeda pada dua era tersebut. Pada era Orde
Baru, sistem pemerintahan sentralistik, semua diatur dari pusat. Demikian halnya
operasional penerangan/diseminasi informasi publik, dalam mendiseminasikan informasi
pembangunan, semua ditentukan oleh Departemen Penerangan RI dari Jakarta. Saat itu,
sistem yang dianut oleh Departemen Penerangan RI sangat berhasil, antara lain karena ada
Struktur Organisasi dari Pusat sampai ke tingkat Kecamatan; Sumber Daya Manusia
Penerangan yang kompeten dalam melaksanakan tugas; materi penerangan tersedia sesuai
kebutuhan masyarakat dan saat itu RRI dan TVRI "didayagunakan penuh" untuk
kepentingan pemerintah.
Pada era Reformasi, setelah Departemen Penerangan RI dibubarkan 26 Oktober
1999, penyebarluasan informasi publik dari pusat ke daerah semuanya berubah, utamanya
sejak adanya Otonomi Daerah. Pada era Reformasi Pers dan Media Massa tidak lagi dalam
pembinaan ("penguasaan") pemerintah. Pemerintah tidak bisa lagi secara operasional
membina dan "memanfaatkan" media massa. Media massa yang ada tidak semudah pada
era Orde Baru dalam pemanfaatannya. Jika pemerintah ingin memanfaatkan media massa
baik di pusat maupun di daerah harus membayar relatif mahal.
Kesulitan yang dihadapi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI antara lain
adalah tidak ada secara struktural organisasinya sampai ke tingkat Kecamatan, hubungan
Pusat - Daerah terbatas pada hubungan fungsional. Kementerian Kominfo RI tidak
mempunyai garis komando ke Dinas Perhubungan dan Kominfo di Provinsi dan
KabupatenIKota. Oleh karena itu, diseminasi informasi publik dari pusat ke daerah pada era
reformasi belum bisa dilaksanakan dan berhasil optimal, sementara masyarakat - utamanya
di perdesaan masih sangat membutuhkan informasi publik untuk peningkatan kesejahteraan
masyarakat. Ke depan, model diseminasi informasi publik dari pusat ke daerah tidak bisa
lagi satu model. Model bisa banyak sesuai situasi dan kondisi masyarakat setempat dan
berbasis kebutuhan dan budaya lokal tanpa melepaskan dari Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI). -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






