<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14828">
 <titleInfo>
  <title>Dinamik dan kompleksitas diseminasi informasi publik  (Studi Fenomenologi Mengungkap Dinamika dan Kompleksitas Diseminasi Informasi Publik dari Pusat ke Daerah Menurut Pelaku Kegiatan Pada Instansi Penerangan dan Komunikasi dan Informatika)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Manihuruk, Amin Saragih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xv,;421 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Dinamika dan Kompleksitas Diseminasi &#13;
Informasi Publik dari Pusat ke Daerah pada Era Orde Baru dan Reformasi dengan &#13;
menggunakan Metoda Fenomenologi dan paradigma konstruktivisme. Sembilan nara &#13;
sumber dipilih berdasarkan posisi mereka sebagai pejabat pengambil keputusan dalam &#13;
kegiatan Operasional Penerangan (Departemen Penerangan RI) dan Diseminasi Informasi &#13;
Publik dari Pusat ke Daerah (Kementerian Komunikasi dan Informatika RI). Data dan &#13;
informasi utama dari nara sumber diperoleh melalui wawancara mendalam, sedangkan data &#13;
dan informasi pendukung dari berbagai dokumen dan referensi terkait. &#13;
&#13;
ABSTRAK &#13;
&#13;
DINAMlKA DAN KOMPLEKSITAS DISEMINASI INFORMASI PUBLIK &#13;
Studi Fenomenologi Mengungkap Dinamika dan Kompleksitas Diseminasi Informasi &#13;
Publik dari Pusat ke Daerah pad a Era Orde Baru dan Reformasi &#13;
&#13;
Menurut Pelaku Kegiatan di Departemen Penerangan RI dan &#13;
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa diseminasi informasi publik pada era Orde &#13;
Baru dan Reformasi mempunyai dinamika dan kompleksitas yang berbeda. Perbedaan itu &#13;
sangat diwarnai oleh sistem pemerintah yang berbeda pada dua era tersebut. Pada era Orde &#13;
Baru, sistem pemerintahan sentralistik, semua diatur dari pusat. Demikian halnya &#13;
operasional penerangan/diseminasi informasi publik, dalam mendiseminasikan informasi &#13;
pembangunan, semua ditentukan oleh Departemen Penerangan RI dari Jakarta. Saat itu, &#13;
sistem yang dianut oleh Departemen Penerangan RI sangat berhasil, antara lain karena ada &#13;
Struktur Organisasi dari Pusat sampai ke tingkat Kecamatan; Sumber Daya Manusia &#13;
Penerangan yang kompeten dalam melaksanakan tugas; materi penerangan tersedia sesuai &#13;
kebutuhan masyarakat dan saat itu RRI dan TVRI &quot;didayagunakan penuh&quot; untuk &#13;
kepentingan pemerintah. &#13;
&#13;
Pada era Reformasi, setelah Departemen Penerangan RI dibubarkan 26 Oktober &#13;
1999, penyebarluasan informasi publik dari pusat ke daerah semuanya berubah, utamanya &#13;
sejak adanya Otonomi Daerah. Pada era Reformasi Pers dan Media Massa tidak lagi dalam &#13;
pembinaan (&quot;penguasaan&quot;) pemerintah. Pemerintah tidak bisa lagi secara operasional &#13;
membina dan &quot;memanfaatkan&quot; media massa. Media massa yang ada tidak semudah pada &#13;
era Orde Baru dalam pemanfaatannya. Jika pemerintah ingin memanfaatkan media massa &#13;
baik di pusat maupun di daerah harus membayar relatif mahal. &#13;
&#13;
Kesulitan yang dihadapi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI antara lain &#13;
adalah tidak ada secara struktural organisasinya sampai ke tingkat Kecamatan, hubungan &#13;
Pusat - Daerah terbatas pada hubungan fungsional. Kementerian Kominfo RI tidak &#13;
mempunyai garis komando ke Dinas Perhubungan dan Kominfo di Provinsi dan &#13;
KabupatenIKota. Oleh karena itu, diseminasi informasi publik dari pusat ke daerah pada era &#13;
reformasi belum bisa dilaksanakan dan berhasil optimal, sementara masyarakat - utamanya &#13;
di perdesaan masih sangat membutuhkan informasi publik untuk peningkatan kesejahteraan &#13;
masyarakat. Ke depan, model diseminasi informasi publik dari pusat ke daerah tidak bisa &#13;
lagi satu model. Model bisa banyak sesuai situasi dan kondisi masyarakat setempat dan &#13;
berbasis kebutuhan dan budaya lokal tanpa melepaskan dari Negara Kesatuan Republik &#13;
Indonesia (NKRI).</note>
 <note type="statement of responsibility">Manihuruk, Amin Saragih</note>
 <subject authority="">
  <topic>Dinamika, Kompleksitas, Diseminasi, Informasi, Pub</topic>
 </subject>
 <classification>659.2 Man d</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>659.2 Man d/R17.511</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001130100065</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.511)</sublocation>
    <shelfLocator>659.2 Man d/R17.511</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14828</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:37</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-25 14:14:01</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>