Detail Cantuman

Image of Penataan ekonomi pertanian perdesaan di Kab. Sumedang dalam mendukung upaya mewujudkan swasembada kedelai nasional

 

Penataan ekonomi pertanian perdesaan di Kab. Sumedang dalam mendukung upaya mewujudkan swasembada kedelai nasional


Masalah kebutuhan kedelai domestik Indonesia yang dipasok dari luar
negeri ini telah berlangsung cukup lama dengan rata-rata impor sebesar ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001090100048363.61 aba p Dar P/R.17.486Perpustakaan Pusat (REf.17.486)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    363.61 aba p Dar P/R.17.486
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxii,;346 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    363.61 aba p Dar P
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Masalah kebutuhan kedelai domestik Indonesia yang dipasok dari luar
    negeri ini telah berlangsung cukup lama dengan rata-rata impor sebesar 60-70%,
    sedangkan produktivitas tingkat nasional kedelai cukup rendah yaitu rata-rata
    sebesar . 1.3 tlha. "Tahu sumedang" diidentikkan dengan produk unggulan
    Sumedang, dengan bahan baku kedelai yang rnemiliki kekhasan rasa dengan total
    kebutuhan tahun 2008 sebanyak 17,5 tonlhari kebutuhan industri pengolahan
    kedelai dapat pasokan dari Iuar wilayah Kabupaten Sumedang. Fakta kernampuan
    produksi kedelai tahun 2008 di Kabupaten Sumedang sebesar 1.599 ton. Jika
    dicermati lebih arif, terungkap bahwa jaminan nilai jual komoditas kedelai di
    pedesaan rnenjadi faktor kendala utama. Tujuannya penelitian ini berrnaksud
    mencari altematif "Penataan Ekonbomi Pertanian Perdesaan di Kabupaten
    Sumedang Dalam Mendukung Upaya Mewujudkan Swasembada Kedelai
    Nasional". Metodologi penelitian yang digunakan adalah; (a) Tabulasi dan
    deskriptif; (b) Penetapan kesesuaian lahan SI dengan kornoditas kedelai yang
    unggul secara kornperatif dengan review hasil ALES (Analysis Land Evaluation
    System); (c) Rasio penerimaan terhadap biaya; dan (d) analisis dampak kebijakan
    P AM. Hasil penelitiannya, sebagai berikut: (1) Potensi kesesuaian lahan pada
    skala 1:50.000 dengan kriteria SI (sangat sesuai) seluas 58.174 Ha (37,34%)
    mampu mendukung secara teknis perluasan areal produksi kedelai agar terpenuhi
    kebutuhan industri pengolahan tahu-tempe di wilayah Kabupaten Sumedang dan
    mendukung upaya mewijudkan swasembada kedelai nasional.; (2) Rata-rata
    pendidikan masyarakat dataran rendah «400 m dpl) relatif rendah dibandingkan
    dataran medium, karakteristik etos kerja dan tingkat cosmopitan masyarakat lebih
    tinggi apalagi telah mapan kelembagaan jejaring pemasaran dengan tengkuIak
    pedesaan, bandar besar terrnasuk KOPTI Sumedang sarnpai ke unit industri
    pengolahan tahu-ternpen. HaI ini terbukti dari hasil analisis aktivitas sosial .
    ekonomi dalam rnernanfaatkan sumberdaya dornestik positif menguntungkan
    usaha kedelai sentra produksi dengan nilai DRC pada dua agroekosistem < 1,
    yang berarti memiliki keunggulan komparatif; (3) Strategi meningkatkan produksi
    kedelai di Kawasan Sentra Produksi (KSP) Surnedang dapat dilakukan Penataan
    Ekonorni Pertanian Perdesaan Ideal dengan upaya aktualisasi sinergis program
    aksi antar SKPD (satuan Kerja Pernerintah Daerah), rnelalui: Sosialisasi dan
    advokasi teknologi introduksi, inovasi teknologi PTT (pengelolaan Tanaman dan
    Sumberdaya Terpadu) kedelai, dan revitalisasi manajernen kelompok/gapoktan
    berorientasi kelayakan agribisnis kedelai skala kecil.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi