Tranformasi birokrasi dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak ...
Kesehatan ibu dan anak merupakan masalah kesehatan paling mendasar dan
krusial di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilakukan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001100100080 362.198 Pan t/R.17.478 Perpustakaan Pusat (REF.17.478) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 362.198 Pan t/R.17.478Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2010 Deskripsi Fisik xix,;347 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 362.198 Pan tTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Pandie, David B.W. -
Kesehatan ibu dan anak merupakan masalah kesehatan paling mendasar dan
krusial di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
sejauhmana aplikasi transformasi birokrasi Puskesmas dalam rangka peningkatan
kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. untuk mencapai Visi Indonesia Sehat
2010. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif. Sumber data diperoleh dari
informan dengan teknikwawancara, observasi, diskusi kelompok terfokus (FGD) dan
dokumentasi.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa transformasi birokrasi Puskesmas telah
berlangsung dengan tipe transfonnasi birokrasi yang bersifat teleologis dan top-down.
Transformasi birokrasi Puskesmas sebagai perubahan genetika organisasi terjadi pada
unsur-unsur pembentuk genetika baru yaitu tujuan Indonesia Sehat, penerapan sistem
insentif yang berbasis kinerja, sistem akuntabilitas berdasar standar pelayanan
minimal (SPM), perubahan kekuasaan dengan memberdayakan organisasi
Puskesmas, pegawai dan masyarakat, perubahan budaya ornganisasi Puskesmas yang
mengacu pada nilai-nilai keadilan dan kesehatan untuk semua (helath for all). Akan
tetapi, transformasi birokrasi Puskesmas belum sesuai dengan yang diharapkan,
karena unsur penggerak perubahan belum teraplikasi secara efektif. Akibatnya,
pelayanan kesehatan ibu dan anak di Provinsi Nusa Tenggara masih rendah
kualitasnya.
Penelitian ini juga berhasil mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal
dan eksternal organisasi yang mendukung dan menghambat transformasi birokrasi
Puskesmas di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Transformasi birokrasi Puskesmas di
Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berlangsung pada street-level bureaucracy dapat
efektif apabila semua unsur penggerak perubahan berlangsung intensif, terfokus,
sistemik dan kontinu yang didukung oleh linkungan internal.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






