Implementasi program pemberdayaan masyarakat untuk pembanguanan desa ( studi pemberdayaan perempuan miskin pada LSPBM Tomporoso desa Kalawara, kab. Sigi, Prov. Sulawesi Tengah
Masalah Kebijakan Program Pemberdayaan Masyarakat yang tidak diikuti
dengan pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan menyebabkan masih ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001110100192 362.5 Sun i/R.17.471 Perpustakaan Pusat (REF.17.471) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 362.5 Sun i/R.17.471Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2011 Deskripsi Fisik xiii,;195 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 362.5 Sun iTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Sunusi, Darlina Ayu -
Masalah Kebijakan Program Pemberdayaan Masyarakat yang tidak diikuti
dengan pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan menyebabkan masih
rendahnya pendapatan perempuan di Desa Kalawara. Penelitian ini bertujuan
untuk memperoleh gambaran bagaimana Program Pemberdayaan Masyarakat
untuk Pembangunan Desa (PMPD) yang responsif gender memberdayakan
perempuan. Penelitian Implementasi program Pemberdayaan Masyarakat untuk
Pembangunan Desa (studi pemberdayaan perempuan miskin pad a LSPBM
Tomporoso Desa Kalawara, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah)
dilakukan melalui pendekatan kualitatif. Observasi partisipatoris dilakukan
dengan mengamati proses implementasi program PMPD yang menyangkut aspek
Idealized Policy, Target Group, Implementing Organization dan Environmental
Factor. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam kepada
informan kunci. Kemudian validitas, realibilitas data itu setelah melalui proses
triangulasi, diklarifikasi, dideskripsi, dieksplanasi dan diverifikasi dengan teori
teori kebijakan publik dan Ilmu Pemerintahan untuk merumuskan jawaban
penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Implementasi Program
Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Desa (PMPD), modal sosial
masyarakat merupakan faktor yang menentukan keberhasilan LSPBM. Beban
kerja lebih perempuan yang berdampak pada ketimpangan gender merupakan
salah satu faktor penghambat dalam memberdayakan perempuan. Hal ini
mengakibatkan perekonomian perempuan sulit berkembang.
Implementasi program PMPD tidak hanya bergantung pada empat unsur
(kebijakan yang ideal, organisasi pelaksana, kelompok sasaran, dan lingkungan),
akan tetapi juga perlu memperhatikan unsur komunikasi sebagai penentu
keberhasilan implementasi kebijakan.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






