Pengaruh motivasi dan kompetensi tenaga kesehatan terhadap kinerja pusat kesehatan masyarakat dalam pelayanan kesehatan di kota Palu Sulawesi tengah
Penelitian ini bertitik tolak dari fenomena yang mengindikasikan rendahnya
kinerja pusat kesehatan masyarakat dalam pelayanan kesehatan di ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001110100064 362.1 Naw p/R.17.469 Perpustakaan Pusat (REF.17.469) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 362.1 Naw p/R.17.469Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2011 Deskripsi Fisik xxii,;337 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 362.1 Naw pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Nawawi, Muh. -
Penelitian ini bertitik tolak dari fenomena yang mengindikasikan rendahnya
kinerja pusat kesehatan masyarakat dalam pelayanan kesehatan di Kota Palu
Sulawesi Tengah. Adapun rumusan masalah penelitian adalah seberapa besar
pengaruh motivasi dan kompetensi tenaga kesehatan terhadap kinerja pusat
kesehatan masyarakat dalam pelayanan kesehatan di Kota Palu Sulawesi Tengah.
Teori yang digunakan dalam mengkaji pengaruh motivasi dan kompetensi
terhadap kinerja adalah teori motivasi dari Frederick Herzberg (teori dua faktor),
teori kompetensi dari Spencer and Spencer (lima tipe karakteristik kompetensi),
dan teori kinerja dari Poister (tujuh dimensi kinerja bagi organisasi publik dan
organisasi nonprofit).
Penelitian ini didesain secara kuantitatif, dengan metode survei eksplanatori.
Teknik penarikan sampel adalah Cluster Sampling, dengan alokasi proporsional.
Data sekunder melalui studi dokumentasi. Sedangkan data primer melalui angket,
wawancara (konfirmasi terhadap data yang dikumpulkan melalui angket) dan
observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis Model Persamaan
Struktural.
Hasil penelitian menunjukkan motivasi tenaga kesehatan berpengaruh
positif dan kuat terhadap kinerja pusat kesehatan masyarakat dalam pelayanan
kesehatan di Kota Palu. Artinya, perubahan positif yang terjadi pada motivasi
tenaga kesehatan, berdampak kuat terhadap peningkatan kinerja puskesmas dalam
pelayanan kesehatan. Dimensi yang paling kuat kemampuannya dalam
mendeskripsikan motivasi tenaga kesehatan adalah hubungan interpersonal, dan
yang paling lemah adalah dimensi prestasi. Selanjutnya, kompetensi tenaga
kesehatan berpengaruh positif dan sedang terhadap kinerja pusat kesehatan
masyarakat dalam pelayanan kesehatan di Kota Palu. Artinya, perubahan positif
yang terjadi pada kompetensi tenaga kesehatan, berdampak sedang terhadap
peningkatan kinerja puskesmas dalam pelayanan kesehatan. Dimensi yang paling
kuat kemampuannya dalam mendeskripsikan kompetensi tenaga kesehatan adalah
pengetahuan, dan yang paling lemah adalah dimensi konsep diri dan motif.
Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan dari konsep teoritik, dimana kompetensi
seharusnya memiliki pengaruh yang lebih tinggi dibandingkan dengan motivasi.
Kompetensi merupakan dasar bagi keberhasilan suatu kinerja, sedangkan motivasi
pada dasamya berperan sebagai faktor pendorong bagi seseorang untuk
meningkatkan kinerja. Dengan demikian, maka konsep baru yang dikemukakan
adalah "Dalam kegiatan kesehatan, pengaruh motivasi pegawai terhadap kinerja
kesehatan lebih kuat dibandingkan dengan kompetensi pegawai itu sendiri." -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






