<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14793">
 <titleInfo>
  <title>Implementasi kebijakan percepatan pembangunan daerah tertinggal dan khusus dalam pemberdayaan masyarakat di daerah perbatasan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvi,;303 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian tentang impJementasi kebijakan percepatan pembangunan daerah &#13;
tertinggal dan khusus (P2DTK) dalam pemberdayaan masyarakat daerah perbatasan &#13;
dilaksanakan di Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan &#13;
Barat. Penelitian ini didasarkan pada fenomena belurn berhasilnya implementasi &#13;
kebijakan p2DTK dalam memenuhi hak-hak dasar masyarakat di daerah perbatasan &#13;
antar negara Indonesia - Malaysia. &#13;
&#13;
Dengan menggunakan penelitian kualitatif serta pengolahan data dengan &#13;
metode analisis deskriptif, dengan maksud menjawab pertanyaan penelitian yakni &#13;
bagaimana implementasi kebijakan P2DTK dalam pemberdayaan masyarakat di &#13;
daerah perbatasan. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dokumentasi, &#13;
observasi dan wawancara mendalam dengan sejurnlah informan yang terdiri dari &#13;
anggota masyarakat sebagai target group, tokoh masyarakat, pelaku P2DTK, pejabat &#13;
pemerintah terkait dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. &#13;
&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas implementasi kebijakan &#13;
P2DTK dalam pemberdayaan masyarakat daerah perbatasan sangat ditentukan oleh &#13;
tiga aktivitas utama yakni organisasi, interpretasi dan aplikasi. Organisasi berkenaan &#13;
dengan penataan, memahami tujuan dan fungsi organisasi, kemampuan melakukan &#13;
kornunikasi dan berkerjasarna yang diJandasi pembagian kerja berdasarkan &#13;
wewenang, ketersedian sumber daya pelaku dan transparansi informasi, serta sumber &#13;
daya yang tersedia untuk mendukung suatu kebijakan. Interpretasi koheren dengan &#13;
kejelasan, ketelitian serta konsistensi dalam menafsiran suatu kebijakan dan regulasi &#13;
yang dibuat oleh pemerintah, pengetahuan dan kemampuan untuk &#13;
menginterpretasikan serta memahami suatu kebijakan, kerjasama masyarakat dengan &#13;
instansi pemerintah dan lembaga lain, prosedur yang ditempuh serta kapasitas &#13;
menampung kebutuhan masyarakat. Aplikasi terkait dengan pelaksanaan tugas yang &#13;
baik, ketersediaan sumber daya pendukung, frekuensi dan intensitas melakukan &#13;
pertemuan serta pendampingan masyarakat, faktor lingkungan yang terbatas, &#13;
penerapan regulasi, ketepatan waktu dalam bekerja, pengendalian atas penyimpangan &#13;
kegiatan yang terjadi, dukungan dana serta aspek pertanggungjawaban. &#13;
&#13;
Organisasi P2DTK merupakan kebijakan Pemerintah Pusat dan daerah &#13;
membuat kebijakan pendukung, sehingga dapat menimbulkan interpretasi yang &#13;
berbeda oleh implementor dan target group pada berbagai tingkatan. Lingkungan &#13;
sekitar turut mempengaruhi keberhasilan implementasi suatu kebijakan Kebijakan ini &#13;
masih bemuansa sentralistik dan masih kental dengan paradigma pembangunan yang &#13;
bersifat top-down, sehingga ketika di implementasikan menimbulkan multitafsir, &#13;
implikasinya pada tataran aplikasi kurang sesuai dengan kebutuhan publik yang &#13;
mendasar, kondisi ini selaras dengan teori pusat-pinggiran yang semakin memperkuat &#13;
posisi daerah pinggiran semakin ketergantungan kepada pusat (core periphery). &#13;
Dengan demikian, konsep baru yang dibangun dan berguna bagi pengembangan ilmu &#13;
sosial terutama IImu Pemerintahan adalah mengubah kebijakan yang masih bersifat &#13;
sentralistik menjadi desentralistik sesuai dengan semangat dan tuntutan otonomi &#13;
daerah masa kini. Pada akhimya bahwa, temuan baru dalam penelitian ini adalah &#13;
keberhasilan suatu implementasi kebijakan tergantung pada nilai-nilai lokal dimana &#13;
kebijakan itu dilaksanakan.</note>
 <note type="statement of responsibility">Yan</note>
 <subject authority="">
  <topic>impJementasi kebijakan percepatan pembangunan daer</topic>
 </subject>
 <classification>361.4 Yan i</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>361.4 Yan i/R.17.458</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001110100187</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.458)</sublocation>
    <shelfLocator>361.4 Yan i/R.17.458</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14793</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:36</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-23 09:07:10</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>