Implementasi kebijakan pengelolaan keuangan daerah di kab. bekasi prov. jabar
Pengelolaan keuangan daerah merupakan salah satu kunci penentu
keberhasilan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001100100272 352.459 823 27 Yan i/R.17.435 Perpustakaan Pusat (REF.17.435) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 352.459 823 27 Yan i/R.17.435Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2010 Deskripsi Fisik xiv,;232 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 352.459 823 27 Yan iTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Yani, Ahmad -
Pengelolaan keuangan daerah merupakan salah satu kunci penentu
keberhasilan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Pengelolaan keuangan daerah yang baik akan menjamin tercapainya tujuan
pembangunan secara khusus, dan tujuan berbangsa dan bemegara secara umum.
Beberapa nilai yang relevan dan urgen untuk diperjuangkan adalah antara lain
transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi masyarakat dalam proses pengelolaan
keuangan dimaksud, di samping nilai-nilai efisiensi dan efektivitas.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman
yang mendalam terhadap implementasi kebijakan pengelolaan keuangan daerah
dalam mewujudkan good governance di Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat.
Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif serta mengacu
pada teori dan model yang dikembangkan oleh George C Edwards III yang
mempunyai empat komponen yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan
struktur birokrasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan
keuangan daerah di Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat belum berjalan
sebagaimana diharapkan. Kurangnya faktor komunikasi baik pada level
pemerintah pusat maupun pad a level pemerintah daerah sendiri, rendahnya
kemampuan sumber daya manusia yang akan melaksanakan kebijakan tersebut,
ad any a sikap pelaksana (disposisi) yang kurang jelas, serta masih belum
sempumanya struktur 'organisasi dan birokrasi yang terkait dengan implementasi
kebijakan keuangan daerah menjadi sebab utama tidak optimal dan tidak
efektifnya impelementasi kebijakan itu. Kegagalan implementasi ini tentu
berakibat pada tidak tercapainya tujuan yang diharapkan dari implementasi
tersebut termasuk belum terwujudnyagood governance.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






