Detail Cantuman

Image of Evaluasi Kebijakan Perizinan Pertambangan Timah Skala Kecil di Kab. Bangka Prov. Kepulauan Bangka Belitung

 

Evaluasi Kebijakan Perizinan Pertambangan Timah Skala Kecil di Kab. Bangka Prov. Kepulauan Bangka Belitung


Kebijakan pengelolaan pertarnbangan di Kabupaten Bangka menjadi
kewenangan daerah setelah Undang_Undang No. 22 Tahun 1999 muncul.

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150100121352.3 Ley e/R.17.429Perpustakaan Pusat (REF.17.429)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    352.3 Ley e/R.17.429
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;204 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    352.3 Ley e
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kebijakan pengelolaan pertarnbangan di Kabupaten Bangka menjadi
    kewenangan daerah setelah Undang_Undang No. 22 Tahun 1999 muncul.
    Bersarnan dengan kernudahan rnendapatkan izin penarnbangan tirnah dalam
    kernitraan dengan perusahaan besar, rnasuklah rnasyarakat secara rnassal dalarn
    penarnbangan tirnah skala kecil di Kabupaten Bangka yang dikenal dengan
    tarn bang inkonvensional.

    Munculnyaribuan tarn bang inkonvensional yang tidak rnerniliki izin
    akhirnya rnenjadi tidak terkendali dan rnenirnbulkan keresahan dalarn rnasyarakat
    karena sudah rnengganggu fasilitas urnurn seperti air, hutan, dan jalan. Setelah
    rnelakukan berbagai evaluasi rnaka Pemerintah Daerah Bangka rnencoba
    mengakomodir penarnbang tanpa izin ini dengan mengeluarkan kebijakan
    pengelolaan pertarnbangan umum. Sampai saat ini telah dilakukan evaluasi
    tentang pertambangan baik internal maupun eksternal. Peneliti mencoba
    menggunakan metode kualitatif untuk dapat menjelaskan hal-hal yang kurang
    terungkap pad a data-data kuantitatif.

    Penulis akan melakukan evaluasi terhadap hasil-hasil evaluasi yang telah
    ad a, khususnya kondisi perizinan pertarnbangan di Kabupaten Bangka dengan
    kriteria evaluasi berdasarkan Eugene Bardach dalam Patton Savicky dim ana
    kriteria evaluasinya ada em pat yaitu kelayakan teknis (technical feasibility),
    ekonomi dan keuangan (economic and financial possibility), kelangsungan politik
    (political viability), dan pelaksanaan adrninistrasi (administrative operability).

    Belum sinkronnya sektor pertambangan dengan sektor-sektor yang lain
    semakin menunjukkan perlunya evaluasi perencanaan kebijakan pada sektor­
    sektor pendukung dalam mensukseskan sebuah kebijakan. Persiapan sektor lain
    baik dalam mendukung pengelolaan sehingga dapat lebih tertib juga kerjasama
    sektor-sektor lain saat sektor pertambangan mulai dikurangi intensitasnya.
    Pengurangan sector pertarnbangan dilakukan sebagai langkah konservasi agar
    sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui ini di masa mendatang masih
    dapat dinikmati oleh generasi-generasi berikutnya.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi