Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[SKRIPSI] HUBUNGAN IKATAN ORANG TUA-ANAK DENGAN HUBUNGAN ROMANTIS PADA INDIVIDU DEWASA AWAL


"Keluarga merupakan agen sosialisasi pertama yang penting untuk tumbuh
kembang anak. Dari keluarga, anak mempelajari berbagai macam hal. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012022S3578S3578 Don hPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (-)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3578 Don h
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xi., 159 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110170095
    Klasifikasi
    S3578 Don h
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • "Keluarga merupakan agen sosialisasi pertama yang penting untuk tumbuh
    kembang anak. Dari keluarga, anak mempelajari berbagai macam hal. Hubungan
    dengan keluarga, khsusunya dengan orang tua, dapat mempengaruhi berbagai
    macam hal. Tak terkecuali dengan hubungan romatis yang dijalin oleh Individu
    dewasa awal. Pada dasarnya, hubungan dengan orang tua selama masa awal
    kehidupan membangun ekspektasi, skema berperilaku dan gambaran seseorang
    terkait suatu hubungan dengan orang lain. Hubungan romantis merupakan salah
    satu aspek penting bagi individu dewasa awal. Selain karena adanya ekspektasi
    sosial, menjalin hubungan romantis juga merupakan salah satu bagian dari tugas
    perkembangan dewasa awal. Terjalinnya hubungan romantis akan mengantarkan
    seseorang untuk mencapai intimacy. Penyelesaian tugas perkembangan ini juga
    merupakan batu pijakan agar individu dapat melakuakan tugas perkembangan
    berikutnya dengan baik
    Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan metode
    analisis regresi berganda. Sampel diambil menggunakan metode convinience
    sampling. Data yang diolah pada penelitian ini berasal dari 134 responden.
    Penelitian ini menggunakan alat ukur Parental Bonding Instrument (Parker et al.,
    1979) yang tersusun dari dua dimensi, yaitu care dan overprotection. Peneliti juga
    menggunakan alat ukur 10 Hukum Cinta (Purba, 2009) yang tersusun atas sepuluh
    dimensi. Realibilitas dan validitas kedua alat ukur ini telah diuji. Dalam penyebaran
    data, peneliti menyebarkan kuesioner secara online.
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi care ayah dan care ibu
    memiliki pengaruh terhadap dimensi mission in life. Apabila ditinjau dari tipe
    ikatan, mayoritas responden memiliki tipe ikatan optimal parenting dengan ibu dan
    tipe ikatan neglectful parenting dengan ayah. Kemudian, apabila ditinjau dari
    dimensi cinta, responden paling banyak masuk dalam kategori tinggi dalam dimensi
    priority, yaitu sebanyak 101 responden (75.37%). Selain itu, responden paling
    banyak masuk dalam kategori rendah dalam dimensi transformational education,
    yaitu sebanyak 46 orang (34.42%)

    Kata Kunci: Hubungan Romantis, Individu Dewasa Awal, Ikatan Orang tua-anak"
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi