Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[SKRIPSI] HUBUNGAN ANTARA PERCEIVED CONTROL DAN PANIC BUYING SELAMA PANDEMI COVID-19


"Pandemi coronavirus disease (COVID-19) memicu sebuah fenomena
memborong besar-besaran oleh warga, atau disebut juga dengan panic buying.

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012022S3574S3574 Oli hPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (-)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3574 Oli h
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xvii., 103 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110170153
    Klasifikasi
    S3574 Oli h
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • "Pandemi coronavirus disease (COVID-19) memicu sebuah fenomena
    memborong besar-besaran oleh warga, atau disebut juga dengan panic buying.
    Panic buying berdampak negatif pada kesejahteraan warga dan perekonomian
    negara. Untuk dapat menanggulanginya, perlu diketahui faktor yang
    menyebabkannya. Penelitian terdahulu menemukan bahwa rendahnya perceived
    control menyebabkan individu untuk melakukan konsumsi utilitarian. Peneliti
    tertarik untuk memperbarui penelitian tersebut pada konteks pandemi COVID-19
    dan melihat apakah ada korelasi negatif yang signifikan antara perceived control
    dan panic buying. Penelitian ini dilakukan pada perempuan dewasa madya
    pengguna WhatsApp yang telah menikah dan berdomisili di Pulau Jawa. Teknik
    sampling yang digunakan adalah convenience sampling dengan jumlah responden
    sebanyak 193 orang. Perceived control diukur dengan alat ukur yang diadaptasi
    dari Perceived Personal Control milik Berkenstadt; panic buying diukur dengan
    alat ukur Panic Buying Scale milik Lins dan Aquino. Uji korelasi dilakukan untuk
    melihat koefisien korelasi antara kedua variabel. Hasil menunjukkan bahwa
    perempuan dewasa madya pengguna WhatsApp memiliki perceived control dan
    melakukan panic buying yang keduanya tergolong sedang. Tidak ditemukan
    korelasi negatif yang signifikan antara perceived control dan panic buying.
    Kata kunci: pandemi COVID-19, perceived control, panic buying, perempuan
    dewasa madya, WhatsApp"
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi