Implementasi kebijakan administrasi kependudukan (studi kualitas pelayanan kartu tanda penduduk di kota depok prov. Jawa Barat)
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji implementasi kebijakan administrasi
kependudukan dengan focus pada kualitas pelayanan KTP di Kota ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001100100076 352.005 Nur i/R.17.409 Perpustakaan Pusat (REF.17.409) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 352.005 Nur i/R.17.409Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2010 Deskripsi Fisik xvi,;336 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 352.005 Nur iTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Nurdin -
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji implementasi kebijakan administrasi
kependudukan dengan focus pada kualitas pelayanan KTP di Kota Depok. Dipilihnya
Kota Depok sebagai lokasi penelitian, karena letaknya sebagai daerah penyangga Ibu
Kota Jakarta, rnenghadapi persoalan kependudukan yang cukup kompleks di sa tu si si dan
mempunyai sumber daya yang memadai dalam mendukung implementasi kebijakan
administrasi kependudukan disisi lain. Fokus penelitian diarahkan pada upaya menjawab
pertanyaan penelitian mengapa implementasi kebijakan administrasi kependudukan
di Kota Depok Provinsi Jawa Barat belum mampu meningkatkan kualitas
pelayanan KTP kepada masyarakat?".
Melalui pendekatan kualitatif, peneliti sebagai instrumen mengumpulkan,
mengolah, menganalisis, menginterpretasikan serta memverifikasi setiap data dan
informasi. Observasi partispatoris dilakukan terhadap setting latar penstiwa yaitu
mengamati proses implementasi kebijakan bidang administrasi kependudukan dari
aspek komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi dengan obyek
penelitiannya berupa implementasi kebijakan bidang administrasi kependudukan di Kota
Depok.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan administrasi
kependudukan belum mampu meningkatkan kualitas pelayanan KTP kepada
masyarakat. Ha! ini bukan saja disebabkan oleh faktor komunikasi, faktor sumber
daya, faktor disposisi dan faktor struktur birokrasi tetapi ada faktor lain, yaitu
faktor masyarakat yang menjadi target pengaturan dari kebijakan tersebut, berupa
pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap kebijakan. Faktor sumber daya
dan struktur birokrasi merupakan faktor dominan yang menyebabkan rendahnya
kualitas pelayanan KTP. Hal ini karena kebijakan tersebut menyebabkan struktur
pelayanan semakin panjang dan tidak disertai dengan dukungan sumber daya yang
memadai, baik di tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan maupun UPT dinas,
serta pemilihan tekno!ogi pe!ayanan yang belum disertai dengan jaminan
operasional yang sesuai.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






