Detail Cantuman

Image of Hubungan kelembagaan dalam penyelenggaraan pemerintahan Nagari di era otonomi daerah

 

Hubungan kelembagaan dalam penyelenggaraan pemerintahan Nagari di era otonomi daerah


Kabupaten Solok merupakan 'salah satu dari delapan Kabupaten tertinggal di
Provinsi Sumatera Barat dalam era otonomi daerah sekarang ini. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120100301351 Zul h/R.17.399Perpustakaan Pusat (REF.17.400)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    351 Zul h/R.17.399
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv,;233 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    351 Zul h
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kabupaten Solok merupakan 'salah satu dari delapan Kabupaten tertinggal di
    Provinsi Sumatera Barat dalam era otonomi daerah sekarang ini. Berbagai macam
    program penyelenggaraan pemerintahan Nagari yang dibuat oleh Wali Nagari dan
    BMN dinilai belum mampu mengatasi permasalahan tersebut, ditambah lagi
    dengan kehidupan Nagari yang dikendalikan oleh adat sehingga terjadi benturan
    hubungan kelembagaan dalam penyelenggaraaan Pemerintahan Nagari. Dengan
    menggunakan konsep lanes (2007:270), penelitian ini memusatkan perhatian pada
    efektivitas hubungan kelembagaan dalam penyelenggaraan pemerintahan nagari di
    era otonomi daerah oleh Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menyangkut:
    sumberdaya manusia, sumberdaya fungsional, kapabilitas teknologi, dan
    kapabilitas organisasi.

    Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan
    kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kelembagaan dalam
    penyelenggaraan pemerintahan nagari di era otonomi daerah oleh Kabupaten
    Solok saling bertentangan. Hal ini disebabkan belum bersinerginya penyiapan
    sumberdaya manusia, surnberdaya fungsional, kapabilitas teknologi, dan
    kapabilitas organisasi, tetapi juga karena diabaikannya otonorni adat.

    Konsep barn penelitian ini adalah otonorni adat, yakni otonomi adat dalam
    hubungan kelembagaan dalam penyelenggaraan pemerintahan nagari, yaitu
    menerapkan nilai-nilai adat yang berfungsi sebagai pelaksanaan representasi
    hidup bemagari yang dikendalikan oleh adat. Segala kendala dan tantangan dalam
    penyelenggaraan pemerintahan nagari harus "berjenjang naik bertangga turun".
    Dalam artian, se gala kendala dan tantangan yang menyangkut kepentingan nagari
    harus diselesaikan secara adat yang berlaku di setiap nagari. Karena nagari bukan
    saja dipahami sebagai kualitas teritorial, akan tetapi juga merupakan kualitas
    genelogis. Nagari merupakan daerah dalam lingkungan konfederasi kultural
    Minangkabau dan berhak men gurus diri sendiri, sehingga nagari juga berfungsi
    sebagai lembaga adat dan pemerintah; keduanya kait-rnengkait, jalin-menjalin,
    dan merupakan kesatuan yang integral.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi