implementasi program pemberdayaan dan kemandirian kelurahan (P2KK) bidang intrastruktur di tasikmalaya
Disertasi ini berusaha menelaah Implementasi Kebijakan Program Pemberdayaan
dan Kemandirian Kelurahan (P2KK) Bidang Infrastruktur di Kota ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140100063 351 Ros i/R.17.361 Perpustakaan Pusat (REF.17.361) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 351 Ros i/R.17.361Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik x,;272 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 351 Ros iTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Rosmajudi, Arifah -
Disertasi ini berusaha menelaah Implementasi Kebijakan Program Pemberdayaan
dan Kemandirian Kelurahan (P2KK) Bidang Infrastruktur di Kota Tasikmalaya.
Permasalahan penelitian bahwa pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur public
belum menunjukkan kondisi ideal yang diharapkan, sehingga mengganggu
berbagai aktivitas masyarakaf sebagai kelompok sasaran kebijakan. Salah satu
penyebab ketidakseimbangan antara harapan dan kenyataan akibat minimnya
penanganan dan lemahnya organisasi pelaksana memelihara dan memperbaiki
irifuiSti~I(fui publik dilingkungan masyarakaf Kota Tasikmalaya.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan
siiaiii peristiwa, Meiode irii, memandang baIiwa suafti perisfiwa hariis difahami
secara holistic dengan mengutamakan proses daripada hasil. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi
kep~stakaan. T~krii~ analisis data menggunakan langkah reduksi data, penyajian
data dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian lapangan, diperoleh informasi bahwa Implementasi
Kebijakan Program Pemberdayaan dan Kernandirian Keliirahan (P2KK) Bidang
Infrastruktur belurn sesuai dengan harapan masyarakat diakibatkan pembangunan
infrastruktur cenderung membagi rata anggaran dan tidak berkelanjutan. Begitu
pula apabila ditinjai; dari aspek kebijakan ideal yang sehariisnya berdampak
positif bagi masyarakat, namun realisasinya masyarakat hanya dijadikan obyek
dan bukan subyek utarna dalam pembangunan infrastruktur. Keberadaan
masyaraka! sebagai kelompok sasaran dari organisasi pelaksana kurang
memenuhi harapan, keterlibatan masyarakat dalam program ini masih belum
optimal, sehingga bel urn berdampak pada meningkatnya partisipasi masyarakat
dalam pembangungan infrastriiktiir di lingkungan pemukirnan Kota Tasikrnalaya,
Temuan yang diperoleh dari penelitian ini, 1) hamper keseluruhan Program
Pemberdayaan dan Kemandirian Kelurahan (P2KK) Bidang Infrastruktur dapat
berjalan, namun be I urn rnencapai tujuan dan sasaran utarna program ini, 2)
implementasi Program Pemberdayaan dan Kemandirian Kelurahan (P2KK)
Bidang Infrastruktur, tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan, banyak factor
yang menjadi penghambatnya, diantaranya ketidak sesuaian pemahaman para
pelaksana dan kelompok sasaran tentang tujuan dan sasaran kebijakan, kurang
memadainya sumber daya, prosedur pelaksanaan, komunikasi, koordinasi
dukungan Iingkungan serta nilai yang melatarbelakangi berbagai kelompok yang
terlibat dalam program ini.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






