pengaruh karakteristik perilaku birokrat terhadap pelayanan publik pada pemerintah kecamatan di kabupaten Ciamis provinsi Jawa Barat: studi pelayanan administrasi dan jasa publik
Penelitian ini diawali oleh munculnya masalah pelayanan publik pada
pemerintah kecamatan di lingkungan Kabupaten Ciarnis yang belum berjalan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120100082 351 Nur p/R.17.345 Perpustakaan Pusat (REF.17.345) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 351 Nur p/R.17.345Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xiv,;363 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 351 Nur pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Nurdin, Encep Syarief -
Penelitian ini diawali oleh munculnya masalah pelayanan publik pada
pemerintah kecamatan di lingkungan Kabupaten Ciarnis yang belum berjalan
dengan efektif. Masalah yang terdeteksi tersebut, diduga kuat terkait dengan
periJaku birokrat pada pernerintah kecamatan di Kabupaten Ciamis Mengacu
kepada permasalahan tersebut, maka rumusan masalah yang akan dikaji adalah
seberapa besar pengaruh perilaku birokrat terhadap peJayanan publik pada
pemerintah kecamatan di Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat.
Adapun desain penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan
kuantitatif melalui metode explanatory survey. Sedangkan populasi penelitian
dilakukan pada kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Ciamis, dengan
jumlah anggota populasi sebanyak 786 orang dari aparat pemerintah kecamatan.
Melalui teknik sampel, diperoleh sampel sebanyak 235 orang respond en.
Kemudian teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan
wawancara sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah Structural
Equation Modeling (SEM).
Hasil penelitian menemukan bahwa perilaku birokrat secara empirik teJah
memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peJayanan publik pada
pemerintah kecamatan di Iingkungan Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat,
sebesar 0.86 standar deviasi atau 0,86%. Hasil tersebut mengandung makna
bahwa perubahan-perubahan yang terjadi pada peJayanan publik dipengaruhi oleh
perubahan-perubahan yang terjadi pada perilaku birokrat. Hasil penelitian juga
mengungkap bahwa dimensi energi fisik dan dimensi kepemimpinan merupakan
dimensi yang paling dominan dalam mengukur variabel perilaku birokrat. Energi
fisik yang dimaksud meliputi kondisi fisik yang baik dari birokrat dalam
menunjang pelayanan dan kondisi fisik yang baik dalam mendukung kondisi
kerja Sedangkan dimensi kepemimpinan meliputi kemampuan dari birokrat
dalam mengembangkan sikap kepemimpinan dalam melaksanakan tugas dan
mempengaruhi orang lain dalam menjalankan tugasnya.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






