Detail Cantuman

Image of Kualitas pelayanan perijinan penanaman modal di provinsi jawa barat

 

Kualitas pelayanan perijinan penanaman modal di provinsi jawa barat


Kualitas pelayanan perijinan penanaman modal menentukan iklim
investasi di suatu daerah. Sementara itu, pemaknaan (verstehen) kualitas

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140100037351 Nur k/R.17.344Perpustakaan Pusat (REF.17.344)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    351 Nur k/R.17.344
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;218 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    351 Nur k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kualitas pelayanan perijinan penanaman modal menentukan iklim
    investasi di suatu daerah. Sementara itu, pemaknaan (verstehen) kualitas
    pelayanan perijinan penanaman modal seringkali diinterpretasi secara berbeda
    oleh kalangan investor sebagai penerima layanan dan aparatur pemerintah sebagai
    petugas yang memberikan layanan. Hal inilah yang terjadi dalam konteks
    penelitian ini, bahwa kualitas pelayanan perijinan penanaman modal menurut 5
    (Iima) dimensi kualitas pelayanan sebagaimana dikembangkan Zeithaml et.a!.
    yakni tangible (ketampakan fisik), reliability (keandalan), responsiveness (daya
    tanggap), assurance (jarninan) dan emphaty belum menggambarkan seluruh
    orientasi dan dimensi pelayanan dalam konteks penanaman modal.

    Penelitian tentang Kualitas Pelayanan Perijinan Penanaman Modal ini
    dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif untuk memahami
    bagaimana proses pelayanan perijinan dilakukan dan mengungkapkan makna dari
    setiap fenomena menurut masyarakat dan pemerintah. Peneliti mencari fakta
    bagaimana proses perijinan dilaksanakan pada Badan Pelayanan Perijinan
    Terpadu (BPPT) dan Badan Koordinasi dan Promosi Penanaman Modal Daerah
    (BKPPMD) Provinsi Jawa Barat dengan mendokumentasikan dan mengikuti
    setiap fenomena yang terjadi dari tahap awaJ sesuai dengan ketetapan mekanisme
    dan prosedur.

    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan perijinan
    penanaman modal yang diukur menurut 5 (lima) dimensi cenderung berdimensi
    tunggal yang "rnengutarnakan persepsi pelanggan". Dibutuhkan pengembangan
    orientasi dari yang berdimensi tunggal menuju kualitas peJayanan yang memiliki
    empat dimensi, yakni : orientasi kepada kepentingan warga, orientasi kepada
    kelestarian lingkungan, orientasi kepada persaingan usaha yang sehat dan
    orientasi kepada peraturan perundang-undangan. Selanjutnya, dalam penelitian ini
    juga diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif bahwa pelayanan perijinan
    penanaman modal pada dasamya lebih mengedepankan asas legalitas demi
    kepentingan rakyat dan pelestarian sumber daya alam bukan untuk perburuan
    rente.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi