
Text
Membandingkan Daya Pengawet Kayu Manis Dengan Kalium Surbat Dalam Makanan.
Minyak atsiri kulit kayu manis sudah lama dikenal mempunyai daya antimikroba. Dan setiap bahan yang mempunyai daya antimikroba akan dapat menghambat, ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021931000015 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 776Penerbit : ., 1993 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 776Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Minyak atsiri kulit kayu manis sudah lama dikenal mempunyai daya antimikroba. Dan setiap bahan yang mempunyai daya antimikroba akan dapat menghambat, memperlambat, menutupi atau nmenahan terjadinya proses pembusukan, fermentasi, atau kerusakan makanan lainnya yang disebabkan oleh mikroorganisme.
Pada penelitian ini diselidiki daya pengawet bubuk kulit kayu manis (Burmanni Cortex) dibandingkan dengan daya pengawet kalium sorbat pada takaran pakai masing-masing dalam makanan (cake). Metode yang digunakan ialah Analisis Kuantitatif Mikrobiologi dalam makanan (cake) terhadap lamanya waktu penyimpanan normal (hari). Penelitian ini didorong oleh kenyataan bahwa kulit kayu manis banyak digunakan orang untuk mempertinggi cita rasa makanan terutama "cake".
Hasil percobaan menunjukkan bahwa ternyata benar bubuk kulit kayu manis mempunyai daya antimikroba. Sejumlah 0,8% bubuk kulit kayu manis dalam makanan (cake) mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan mikroorganisme sekitar 42,07% dibandingkan dengan daya hambat 0,1% kalium sorbat. Kalium sorbat lebih efektif terhadap kapang daripada terhadap bakteri, sedangkan bubuk kulit kayu manis tidak efektif terhadap kapang.
Diharapkan penelitan ini bisa memberikan sedikit informasi mengenai manfaat lain dari kulit kayu manis yang selama ini lebih dikenal sebagai "flavor". -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






