Detail Cantuman

Image of Intervensi Kemanusiaan Nato Ke Libya: Perspektif Konstrukivis

 

Intervensi Kemanusiaan Nato Ke Libya: Perspektif Konstrukivis


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauhmana konsistensi
implementasi Doktrin Responsibility to Protect (R2P) dalam kasus ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130100197327 Bak i/R.17.269Perpustakaan Pusat (REF.17.269)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    327 Bak i/R.17.269
    Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii,;316 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    327 Bak i
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauhmana konsistensi
    implementasi Doktrin Responsibility to Protect (R2P) dalam kasus intervensi
    kemanusiaan NATO ke Libya pada tahun 2011 dari pendekatan konstruktivis,
    khususnya konsep norma, kepentingan, dan kedaulatan. Penelitian ini
    menggunakan teknik analisis interpretif dan analisis wacana.

    Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tanggapan internasional untuk
    krisis Libya terbilang sangat cepat dan menentukan. Ketika banyak kasus
    kekejaman massal lain gagal membangkitkan kehendak politik cukup dan sesuai
    waktu untuk melindungi warga sipil dalam bahaya, tanggapan awal kepada Libya
    pada 2011 telah menunjukkan bahwa Dewan Keamanan PBB mampu memberi
    dampak pada norma responsibility to protect (R2P). Pada perdebatan menenai
    kontroversi politik mengenai intervensi kemanusiaan bersenjata, kasus Libya
    menunjukkan bahwa dukungan negara bagi permasalahan R2P, memberikan
    kebutuhan terus menerus untuk mendapatkan legitimasi prinsip tersebut. Disertasi
    ini menunjukkan bahwa meski peran negara sangat penting dalam pembuatan
    keputusan intervensi di Libya, namun media dan opini publik juga menjadi
    perhatian dalam proses pembuatan keputusan tersebut. Disertasi ini
    mempertanyakan sejauh mana konsistensi dari implementasi intervensi
    kemanusiaan yang dilaksanakan negara anggota NATO ke Libya dilihat dari
    pendekatan konstruktivisme, khususnya konsep-konsep seperti norma,
    kepentingan dan .kedaulatan. Meski intervensi dan resolusi tentang Libya bisa
    dilihat sebagai kemenangan doktrin R2P, aktor-aktor yang terlibat tampak
    merniliki kornitrnen yang bervariasi terhadap doktrin ini, yang terlihat jelas dalam
    cara zona larangan terbang Libya dipersiapkan, diterapkan dan yang kemudian
    dievaluasi. Disertasi ini juga menekankan kepada analisis wacana untuk
    mendapatkan analisis mendalam mengenai konflik tersebut. Wacana bisa
    dipandang sebagai praktik sosial melalui penggunaan bahasa. Bahasa dikonstruksi
    dalam sebuah konteks sosial namun bisa juga mengonstruksi masyarakat sebagai
    fenomena sosial yang dikonstruksi melalui penggunaan bahasa. Wacana itu
    produktif sekaligus merniliki kemampuan untuk menciptakan makna Norma­
    norma, nilai-nilai dan pengetahuan yang dikonstruksi secara sosial, akan
    mengarahkan pada reaksi yang sejalan. Reaksi tersebut bisa dihasilkan dalam aksi.
    Tujuan disertasi ini adalah untuk menelisik bagaimana wacana tentang kekejaman
    bisa membuka atau menutup kemungkinan intervensi. Reaksi semacam itu
    dibangun di atas pengetahuan yang dibangkitkan melalui bahasa, sebuah proses
    yang pada akhirnya akan bisa menciptakan konteks sosial.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi