Detail Cantuman

Image of Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah Dalam Implementasi Otonomi Daerah

 

Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah Dalam Implementasi Otonomi Daerah


Penelitian ini beranjak clari masalah mengapa hubungan keuangan antara
pemerintah pusat clan Pemerintahan Daerah dalam implementasi otonomi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120100199320 Wiy h/R.17.256Perpustakaan Pusat (REF.17.256)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    320 Wiy h/R.17.256
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi,;252 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    320 Wiy h
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini beranjak clari masalah mengapa hubungan keuangan antara
    pemerintah pusat clan Pemerintahan Daerah dalam implementasi otonomi claerah
    di Kabupaten Majalengka semakin tergantung kepada pemerintah pusat.

    Penelitian ini bertujuan untuk menclapatkan pengetahuan dan pemahaman
    yang rasionaI tentang pelaksanaan hubungan keuangan antara pemerintah pusat
    dan Pemerintahan Daerah dalam implementasi otonomi claerah; dan untuk
    memperoleh konsep baru atau memperkuat konsep yang ada mengenai hubungan
    keuangan antara pemerintah pusat dan Pemerintahan Daerah, yang meIiputi aspek
    pendapatan dan aspek pengelolaannya.

    Metode yang digunakan dalam peneIitian adalah deskriptif dengan
    pendekatan kualitatif Instrumen utama dalam penelitian ini aclalah peneliti
    sendiri. Sumber data diperoleh dari situasi dan kondisi empirik dilengkapi dengan
    dokumentasi. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara
    dan studi dokumentasi.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintahan Daerah belum bisa
    mandiri clalam melaksanakan otonomi mengingat sumber pendapatan dari pajak
    lukratif masih didominasi oleh pemerintah pusat. Formula atau rumusan dana
    perimbangan keuangan kurang menguntungkan daerah yang potensi ekonominya
    lebih kecil, sumber daya alam yang tidak melimpah, kurang mendorong
    kreativitas dan inovasi, dan cenderung menggeser skala prioritas daerah dalam
    mendapatkan dana alokasi khusus untuk kepentingan sesaat. Dana yang ada belum
    dikelola dengan baik sesuai prinsip-prinsip fungsi anggaran yaitu stabilitas,
    distribusi, alokasi, dan motivasi yang diselaraskan dengan elemen-elemenlfaktorĀ­
    faktor otonomi dalam merancang format otonomi daerah yang meliputi
    kewenangan, kelembagaan, kepegawaian, keuangan, perwakilan, pelayanan dan
    pengawasan.

    Perhitungan kebutuhan claerah belum dilakukan berdasarkan Standar
    Pelayanan Minimum (SPM) terutama untuk urusan pemerintahan yang bersifat
    wajib, dan penganggaran belum didasarkan pada Standar AnaIisis Belanja (SAB)
    atau Standard Spending Assesment (SSA) sehingga belum mencerminkan
    kebutuhan yang sebenamya.

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi