Detail Cantuman

Image of Implementasi kebijakan pembentukan daerah otonom baru kota tanggerang selatan  provinsi banten

 

Implementasi kebijakan pembentukan daerah otonom baru kota tanggerang selatan provinsi banten


Pembentukan daerah otonom barn (DO B) bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan rakyat melalui peningkatan pelayanan publik dan pemerataan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140100061320 Sya i/R.17.248Perpustakaan Pusat (REF.17.248)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    320 Sya i/R.17.248
    Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;378 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    320 Sya i
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pembentukan daerah otonom barn (DO B) bertujuan untuk meningkatkan
    kesejahteraan rakyat melalui peningkatan pelayanan publik dan pemerataan
    pembangunan di daerah. Namun dalam pelaksanaannya, kebijakan ini dinilai
    belum dapat mencapai tujuan tersebut. Kurang terkoordinasikannya hubungan
    antar lembaga dan rendahnya kemampuan aparatur birokrasi menjadi
    permasalahan yang dihadapi dalam implementasi kebijakan ini. Kota Tangerang
    Selatan, Provinsi Banten, merupakan salah satu dari 210 daerah otonom barn hasil
    pemekaran yang disahkan dalam UU Nomor 51 Tahun 2008. Penelitian ini
    bertujuan untuk membahas tentang bagaimana implementasi kebijakan
    pembentukan daerah otonom barn Kota Tangerang Selatan dapat mendukung
    upaya peningkatan kualitas pelayanan publik.

    Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian
    sebanyak 20 orang yang terdiri atas berbagai pihak yang terkait dengan kebijakan
    DOB yang berasal dari pemerintah pusat, pemerintah kabupaten induk,
    pemerintah Kota Tangerang Selatan, akademisi dan masyarakat yang ditentukan
    dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data sekunder menggunakan
    studi kepustakaan, studi dokumen dan observasi. Pengumpulan data primer
    menggunakan teknik wawancara secara mendalam. Pengolahan data
    menggunakan metode analisis deskriptif.

    Kesimpulan yang diperoleh adalah pembahasan: Implementasi kebijakan
    pembentukan daerah otonom barn di Tangerang Selatan ini dibahas berdasarkan
    empat faktor, yaitu kondisi lingkungan; hubungan kerja antar-organisasi baik di
    tingkat lokal maupun nasional; ketersediaan sumberdaya dan insentif;
    karakteristik pelaksana kebijakan; dan terakhir kinerja dan dampaknya terhadap
    pelayanan publik di Kota Tangerang Selatan. Berdasarkan atas fakta empirik
    lapangan menunjukkan bahwa implementasi kebijakan ini telah berjalan dengan
    baik namun belum maksimal. Kebijakan ini mendorong terselenggaranya
    pemerintahan mandiri, dekatnya rentang kendali pemerintahan dan pelayanan
    administratif pemerintahan. Dirasakan tidak maksimal karena teridentifikasi
    berbagai permasalahan antara lain rendahnya koordinasi antar-organisasi sehingga
    fungsi penyelenggaraan pemerintahan berjalan kurang maksimal. Hal ini berakibat
    pada tidak terkoordinasinya pengalihan asset, terutama sarana pelayanan publik,
    dan pengalihan sumberdaya aparatur dari kabupaten induk ke daerah pemekaran
    barn. Akibatnya, pembentukan pemerintahan barn tidak didukung oleh
    sumberdaya aparatur yang memadai dan infrastruktur pelayanan yang terbatas.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi